HomeBeritaIslam Menghormati Hak Dasar...

Islam Menghormati Hak Dasar Manusia

Aliansi Indonesia Damai- Mengidentikkan terorisme dengan Islam adalah hal yang keliru. Islam mengajarkan penghormatan terhadap hak-hak fundamental manusia, termasuk hak hidup dan hak keamanan.

Pernyataan ini diungkapkan oleh Rendi Prayuda, pengajar Universitas Islam Riau (UIR), saat menjadi narasumber dalam “Halaqah Alim Ulama; Membangun Ukhuwah dengan Pendekatan Ibroh” yang digelar AIDA bekerja sama dengan UIR di Pekanbaru beberapa waktu lalu. Kegiatan dihadiri puluhan tokoh Islam Riau.

Baca juga Penyintas Terorisme Berkisah di Depan Ulama Riau

Menurut Rendi, ketika orang berbicara tentang hak asasi manusia, biasanya orang merujuk pada dokumen Magna Carta dan Universal Declaration of Human Right. “Tapi ada satu hal yang kita lupa, Rasulullah telah melahirkan Piagam Madinah yang mengatur bagaimana menghormati dan menghargai antara sesama muslim serta antara muslim dengan non-muslim,” katanya.

Lebih jauh Rendi menjelaskan, terorisme merupakan isu yang muncul dari perkembangan politik global. Dosen Jurusan Hubungan Internasional ini mengatakan, sejak berakhirnya perang dingin, konsep keamanan negara tidak lagi bersifat state-centric, melainkan menyasar manusia.

Baca juga Mantan Napiter Bertutur di Hadapan Ulama Riau

Jika dulu cara menghancurkan negara adalah dengan menyerang pertahanannya, maka sejak perang dingin strateginya berubah, yaitu cukup dengan menyerang manusia atau masyarakatnya. “Pola gerakan terorisme sekarang seperti itu. Mereka kelompok kecil dalam negara, tetapi kekuatannya bisa saja mengungguli negara,” ujar Rendi.

Semangat menghormati hak dasar manusia pula yang melatari pendirian AIDA. Hasibullah Satrawi, Ketua Pengurus AIDA, menceritakan awal mula pendirian AIDA sebagai lembaga yang fokus menyuarakan perdamaian. Hasibullah melihat dua unsur yang terlibat dalam peristiwa terorisme, yaitu korban dan mantan pelaku, yang sama-sama harus ditolong.

Baca juga Pesan Ketua MUI untuk Tokoh Agama Riau

Hasibullah mengungkapkan bahwa pelaku jelas bersalah karena telah melakukan aksi kekerasan. Namun kesalahan itu terletak pada perbuatan atau aksinya. Sementara dari kisah korban, Hasibullah memahami mengapa perdamaian itu sangat penting. Ia menyinggung konsep hifzun nafs atau memelihara jiwa. Selain korban tewas, banyak juga korban yang selamat namun kondisi fisiknya hancur dan tidak bisa kembali seperti semula.

“Di antara mereka ada yang rahangnya hancur, ada yang sampai tidak sanggup lagi mengucapkan tahlil dengan sempurna, ada juga yang kulitnya diimplan pakai kulit betis, dan itu sampai sekarang lukanya tidak sembuh,” ucap Hasibullah.

Baca juga Menyambung Lidah Perdamaian

Dari situ Hasibullah meyakini bahwa manusia memang diciptakan dalam bentuk yang sempurna. “Allah menciptakan kita dalam sebaik-baiknya bentuk. Itu saya pelajari dari-Al Qur’an. Setelah melihat kondisi korban, saya semakin yakin kalau memang tidak ada yang bisa menggantikan ciptaan Tuhan, secanggih apa pun teknologi. Maka menjaga perdamaian dan menjaga jiwa itu menjadi hal yang penting,” tutur Hasibullah. [FAH]

Baca juga Korban dan Kerusakan Akibat Terorisme

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang...

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita untuk mendekam dibalik jeruji besi. Sebab kehidupan menjalani hukuman di dalam penjara sangat tidak ideal dan tidak mengenakan. Harapan tersebut disampaikan mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ketua PBNU, dan Staf Ahli Menteri HAM RI Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 25 Mei 2026 Idul Adha sebagai salah satu hari raya umat Islam merupakan momentum penting yang kehadirannya membawa pesan spiritual. Idul...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono mengaku takut dan kesal saat pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme dalam kegiatan yang difasilitasi AlDA. Bahkan, ia juga mengaku menjaga jarak dengan mantan pelaku. “Saya pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme itu ada rasa takut. Ada...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang dipublikasikan pada 20 Mei 2026 Problem utama pembangunan pendidikan di Indonesia adalah kesenjangan antara voices (apa yang disuarakan) dan choices (apa yang dipilih sebagai kebijakan). Semua orang bersepakat menyuarakan peran penting pendidikan bagi kemajuan bangsa. Namun, pilihan...

Takut dan Takjub Ketika Bertemu Korban

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan mengaku takut dan takjub saat dirinya bertemu dengan korban terorisme yang difasilitasi oleh AIDA. Menurut dia, ketakutannya sebagai hal yang wajar karena ia merasa bersalah sebagai bagian dari jaringan terorisme yang melakukan pengeboman dan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka....

Tak Ada Kemajuan Tanpa Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Negara yang tidak maju peradaban dan ekonominya karena kedamaian tidak terwujud di negara tersebut. Negara yang tak tercipta kedamaian maka ekonominya pun hancur. Demikian dinyatakan mantan pelaku terorisme Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMA Tahfidz Al Izzah Samarinda,...

Guru Bergerak

Oleh Iman Zanatul Haeri, Guru, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 17 Mei 2026 Saat ini seluruh masyarakat di Indonesia menyadari bahwa para guru terus mengalami masa-masa sulit. Martabatnya dipertaruhkan oleh ancaman penahanan tanpa toleransi kesalahan, dihina oleh gaji tidak seberapa...

Luka yang Melepaskan: 8 Tahun Berdiri karena Rahmat-Nya

Tuhan tidak menghapus lukaku, tetapi Ia membuat luka itu tidak lagi menguasai aku 13 Mei 2018-13 Mei 2026, delapan tahun peristiwa iman itu telah berlalu begitu cepat. Begitu banyak pemaknaan yang aku dapatkan dari peristiwa itu hingga saat ini, mulai dari apa itu arti keluarga sesungguhnya, arti kerendahan...

Pengalaman Menjadi Duta Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Kurnia Widodo mengaku senang bisa mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam jaringan terorisme seperti pengalaman dirinya di masa lalu. “Saya merasa plong (lega) saat menjadi duta perdamaian karena dahulu saya merasa banyak salah. Dengan menjadi duta perdamaian saya seperti membayar...

Menangani Pelajar yang Terpapar Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme Kurnia Widodo mengingatkan para pelajar untuk mewaspadai ideologi ekstremisme. Menurut dia, ada fakta pelajar yang baru lulus SMA menjadi pelaku pengeboman dan penyerangan pendeta di Gereja Katolik St. Yoseph Kota Medan, Sumatera Utara, pada 28 Agustus 2016 silam. “Pelajar yang terpapar ideologi...

Pelajar Diingatkan Mewaspadai Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengingatkan para pelajar atau generasi muda untuk senantiasa waspada dan berhati-hati dengan pemikiran ekstremisme. Menurut dia, ideologi ekstremisme bisa menyebar atau mempengaruhi siapa saja. “Hati-hati ya kalian. Pemikiran ekstremisme...

Pendidikan untuk Merawat Hak Hidup

Oleh Ernest Pugiye, Penulis adalah Guru pada SMAN 1 Dogiyai Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 09 Mei 2026. Pendidikan adalah ruang paling dasar untuk manusia belajar menghargai kehidupan. Pendidikan menjadi jalan kemanusiaan yang menuntun manusia untuk menjaga martabat dan hak hidup sesama. Dalam konteks Papua,...