Suara Korban
Menghentikan Dendam Buah Hati
Aliansi Indonesia Damai- Peristiwa kekerasan nyaris selalu menyisakan dendam dan amarah. Demikian pun serangan Teror Bom Kuningan 2004. Febri Renaldi yang kala itu masih berusia 5 tahun, sempat sangat lama memendam amarah terhadap para pelaku. Ayahnya, Suryadi, harus meregang nyawa kala bekerja sebagai tukang kebun di kantor Kedubes Australia Jakarta.…
Read More »Boleh Cacat Fisik asal Tak Cacat Ilmu
Aliansi Indonesia Damai- Susi Afitriani alias Pipit sempat kehilangan kepercayaan diri. Cita-citanya untuk membahagiakan ibu dan adik-adiknya pernah buyar. Asanya untuk meraih gelar Sarjana sejenak pupus. Peristiwa teror Bom Kampung Melayu, Mei 2017 membuat kondisi fisiknya susah pulih seperti sedia kala. Beruntung, Pipit dikelilingi orang-orang yang sangat suportif. “Kamu boleh…
Read More »Menjadi Korban karena Menyelamatkan Korban
Aliansi Indonesia Damai– Nugraha Agung Laksono tak pernah menyangka akan menjadi salah satu korban teror bom di Terminal Kampung Melayu, Mei 2017 silam. Agung yang tengah menolong korban ledakan, justru turut menjadi korban dari bom kedua. Saat itu, Agung sedang berkumpul bersama teman-temannya sesama sopir angkutan kota. Ketika waktu menunjukkan…
Read More »Mengalah Tak Berarti Kalah
“Jangan menjadi orang yang suka dendam. Saya sendiri memaafkan para mantan pelaku teror. Mereka juga adalah saudara kita” Aliansi Indonesia Damai- Sutarno, salah seorang korban Bom Kuningan 2004, menyampaikan pesan itu kepada puluhan siswa SMAN 1 Sindang, Indramayu, beberapa waktu lalu. Ia berbagi kisahnya dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama…
Read More »Keikhlasan Penyintas Bom Kampung Melayu
Aliansi Indonesia Damai- Peristiwa ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Mei 2017 silam tak akan pernah bisa dilupakan oleh Nugraha Agung Laksono. Agung merupakan salah seorang korban dari serangan mematikan tersebut. Ledakan itu tak hanya terjadi sekali, tetapi dua kali. Agung menjadi korban dari ledakan kedua usai berusaha menolong korban…
Read More »Menjadi Pahlawan Keluarga
“Saya tidak mau sakit hati ataupun dendam, karena itu semua tidak akan mengembalikan suami. Saya fokus untuk menghidupi anak-anak saya”. Aliansi Indonesia Damai- Enam belas tahun silam, Wartini tak pernah mengira suaminya akan menjadi korban dari serangan teror. Namun takdir berkata lain, sang suami meninggal dunia setelah terkena ledakan bom…
Read More »Nyoman Rencini, Mewujudkan Mimpi Mendiang Suami
Aliansi Indonesia Damai- Sesaat ia terdiam, terlihat air mata membasahi kedua pipinya. Setelah menghela nafas dalam-dalam, dia kembali mengumpulkan fokus untuk tetap tenang, meskipun kenangan pahit yang ia ceritakan mengoyak pedih seluruh perasaannya. “Ipar saya datang membawa kabar bahwa suami saya tidak akan balik,” ungkapnya dengan suara tersekat menahan tangis.…
Read More »Mengajak Korban Lain Memaafkan
Aliansi Indonesia Damai- Ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela (GSMTB) Surabaya Mei 2018 silam menyimpan kenangan pahit bagi Desmonda Paramartha. Aktivis gereja tersebut menjadi korban ledakan saat ia dan teman-temannya yang tergabung dalam Orang Muda Katolik (OMK) tengah menggalang dana di halaman parkir gereja untuk kegiatan jambore OMK.…
Read More »Berzikir untuk Kesembuhan
Aliansi Indonesia Damai- Kamis pagi 9 September 2004, Budi Santoso sedang menjalankan tugas rutin sebagai tenaga keamanan di Plaza 89 Jakarta. Di depan gedung kantor itu ia tengah memeriksa mobil-mobil yang hendak masuk. Sama sekali tak ada firasat apa pun, bahkan tak pernah menyangka hari itu akan menjadi peristiwa nahas…
Read More »Mengubah Duka Menjadi Berkah
Aliansi Indonesia Damai- Awal tahun 1997, seorang pria asal Medan Sumatera Utara mencoba mengadu nasib ke Jakarta. Niatnya mengubah kehidupannya menjadi lebih baik. Pria itu bernama Samsudin Sipayung. Mengawali perjalanan pekerjaannya sebagai sopir angkutan kota. Pada tahun 2000, dia menikah dan tinggal di kawasan Pasar Rungkut, Manggarai. Kegiatannya sehari-hari adalah…
Read More »










