HomeBeritaPemutaran Film ‘Tangguh’ di...

Pemutaran Film ‘Tangguh’ di Kampus UIC: Menebar Virus Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai– Aktivis mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun (UIC) menyelenggarakan Diskusi dan Bedah Film ‘Tangguh’ di Aula Prof. Dr. Bahder Djohan, Kampus UIC, Jakarta Timur, Selasa (18/12/2018). Film ‘Tangguh’ adalah karya dokumenter Aliansi Indonesia Damai (AIDA) yang mengisahkan tentang kehidupan korban dan mantan pelaku terorisme. Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa dapat menyebarkan semangat perdamaian sehingga lingkungan kampus dapat terbebas dari berbagai macam kekerasan.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pejabat UIC. Di antaranya, Rektor Prof. Dr. Musni Umar, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Dr. Muhammad Siddiq, M.Si, Wakil Dekan FISIP, Dedy Abidinsyah, MM,  Kaprodi Fakultas Agama Islam, Syarifah, S.Pd.I, M.Pd.I, dan Deputi Direktur AIDA, Laode Arham.

Salah seorang aktivis mahasiswa yang menjadi fasilitator kegiatan mengatakan bahwa Diskusi dan Bedah Film ‘Tangguh’ merupakan bagian dari upaya untuk menebar virus-virus perdamaian. Melalui kisah korban dan mantan pelaku terorisme semangat perdamaian diharapkan bisa menular kepada para mahasiswa. Korban adalah pihak yang terkena langsung dampak destruktif dari tindakan aksi pengeboman, sementara mantan pelaku terorisme merupakan pihak paling berpengalaman dalam aksi-aksi terorisme. “Kegiatan ini bagian dari upaya untuk menyuarakan perdamaian. Suara korban adalah suara perdamaian,” ujarnya.

Aktivis lainnya menambahkan bahwa setiap manusia pasti memiliki masa lalu yang kelam. Akan tetapi, seburuk apa pun masa lalu tidak semestinya mengalahkan semangat untuk bangkit. Kisah pertobatan mantan pelaku terorisme serta kesaksian para korban setelah terdampak aksi teror memberikan pelajaran berharga yang mesti dipetik para mahasiswa. “Jangan membalas kekerasan dengan kekerasan, jangan membalas ketidakadilan dengan ketidakadilan,” katanya.

Sementara itu, Dekan FISIP UIC, Dr. Muhammad Siddiq, mengapresiasi langkah AIDA yang mengangkat kisah korban dan mantan pelaku terorisme ke dalam film. Dia menyayangkan adanya pihak-pihak yang mengaitkan terorisme dengan Islam. Menurutnya, Islam bukanlah agama teroris dan ajaran terorisme bertentangan dengan ajaran-ajaran luhur Islam. Dalam kesempatan itu dia meminta agar semua pihak tidak mengaitkan paham teror dengan agama Islam. “Stop stigmasisasi Islam itu teroris,” tegasnya.

Peranan generasi muda untuk merawat perdamaian dinilai sangat penting. Rektor UIC, Prof. Dr. Musni Umar, berharap setelah menonton film ‘Tangguh’ mahasiswa bisa semakin menumbuhkan rasa dan sikap cinta damai untuk bangsa, negara dan agama. Menurutnya, mahasiswa harus menunjukkan bahwa Islam bukanlah terorisme. Justru terorisme sangat bertentangan dengan ajaran Islam.

“Umat Islam sudah terpuruk dari berbagai bidang. Kemudian diidentikkan lagi dengan terorisme, radikalisme, dan intoleransi. Cap semacam ini salah, kita harus tunjukkan kita tidak seperti itu. Umat Islam pada umumnya mencintai perdamaian. Mudah-mudahan melalui film ini kita semakin menumbuhkan sikap cinta perdamaian,” ungkapnya.

Film dokumenter ‘Tangguh’ diproduksi oleh AIDA pada awal 2018. Film ini mengulas tentang liku-liku kehidupan sebagian pelaku terorisme dan korbannya. Korban dan mantan pelaku yang telah bertobat dapat menjalin rekonsiliasi demi terciptanya perdamaian. (AH)

Most Popular

More from Author

Dialog Siswa SMAN 5 Surakarta dengan Mantan Ekstremis

Aliansi Indonesia Damai- AIDA melaksanakan Dialog Interaktif Virtual “Belajar Bersama Menjadi...

Generasi Muda Berkarakter Damai

Aliansi Indonesia Damai- Memperkuat pendidikan karakter bagi generasi muda bisa menjadi...

Dialog Siswa SMK Bhinneka Karya Surakarta dengan Mantan Napiter

Aliansi Indonesia Damai- Generasi muda sebagai pilar masa depan bangsa harus...

Wawasan Perdamaian Sejak Dini

Aliansi Indonesia Damai- Kampanye perdamaian penting dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan, terutama...

Melawan Kemungkaran Tidak dengan Kekerasan

Aliansi Indonesia Damai- Pengasuh Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa Blimbingrejo Jepara Hery Huzaery mengajak para ustaz dan santrinya untuk tidak melakukan kekerasan maupun perusakan bila melihat kemungkaran, kedzaliman maupun ketidakadilan. Menurut dia, siapa pun tidak setuju dengan kemungkaran, kedzaliman dan ketidakadilan namun menyikapinya harus sesuai dengan kemampuan yang...

Indonesia: Bukan Negara Agama, Bukan Negara Sekuler

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik IndonesiaArtikel ini dimuat di Kompas.id, 21 Februari 2026Menarik untuk dikaji posisi NKRI. Apakah termasuk negara agama atau negara sekuler, atau mungkinkah disebut sebagai Negara Pancasila? Negara agama ialah suatu negara yang mencantumkan salah satu agama sebagai dasar konstitusi. Sedangkan negara sekuler...

Negara Hadir Mendukung Pesantren

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama, Dr. H. Basnang Said, M.Ag menyatakan negara telah hadir untuk mendukung pondok pesantren. “Kita melihat bukti-bukti negara telah hadir di pondok pesantren,” ujar Basnang saat berbincang dengan redaksi di kantornya Jakarta dua pekan lalu.Basnang menjelaskan bukti...

Orientasi Pesantren Terwujudnya Indonesia Harmoni

Aliansi Indonesia Damai- Ke depan setiap pesantren siapa pun pendirinya harus selalu berorientasi pada terwujudnya Indonesia yang harmoni, Indonesia yang damai, Indonesia yang toleran.Pernyataan tersebut ditegaskan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama, Dr. H. Basnang Said, M.Ag saat berbincang dengan redaksi di kantornya...

Mungil-mungil Tangguh

Oleh Susi Afitriyani Mungil-mungil tangguh,Kau begitu kuat saat cobaan harus menghantam hidupmu,Kau yang masih begitu mungil, tapi kau mengajariku cara untuk tetap semangat dan tersenyum,Meski tubuhmu terlihat lemah akan tetapi jiwamu begitu tangguh,Haii,,, kau si mungil tangguh yang kelak akan menjadi penggantiku,Aku percaya jiwamu lebih kuat dari diriku,Dan...

Puasa dan Kedermawanan Otentik

Oleh Asyari, Guru Besar Ekonomi, Ketua Pusat Kajian Pengembangan Ekonomi Umat, FEBI UIN BukittinggiArtikel ini sudah terbit di Kompas.id, 17 Februari 2026Kasus bunuh diri YBS (10), siswa kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, pada 29 Januari 2026 dan sebelumnya, AA (44), seorang...

Arsitektur Pendidikan Tinggi Indonesia

Oleh Badri Munir Sukoco, Guru Besar Manajemen Strategi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis; Founder, Center for Dynamic Capabilities Universitas AirlanggaArtikel ini terbit di Kompas.id, 13 Februari 2026Atensi Presiden Prabowo Subianto pada pembangunan sumber daya manusia Indonesia sangatlah besar, terutama pendidikan tinggi. Belum setahun, Presiden telah melakukan tiga kali...

Tetap Tangguh di Era Bencana

Dalam beberapa bulan terakhir, Indonesia dilanda musibah. Banjir, cuaca ekstrem (hujan disertai badai), tanah longsor, kebakaran hutan, abrasi laut, gempa bumi dan pergeseran tanah menimpa masyarakat di sejumlah daerah.Bencana datang silih berganti menghantam beberapa wilayah, menelan korban jiwa, menghancurkan rumah dan infrastruktur yang menimbulkan kerugian materil yang...

Belajar Berkesadaran

Oleh Doni Koesoema A, Pemerhati Pendidikan, Mahasiswa Doktoral Universitas Negeri JakartaArtikel ini terbit di Kompas.id, 06 Februari 2026 Belajar berkesadaran adalah kunci keberhasilan pendidikan berkualitas. Bila belajar diibaratkan sebuah perjalanan, ini adalah langkah pertamanya. Sayangnya, langkah pertama ini sering kali terlewatkan.Transformasi belajar yang lebih fundamental inilah yang dilakukan...

Santri Diingatkan untuk Mempertahankan NKRI

Aliansi Indonesia Damai - Ketua Yayasan Al-Muttaqien Pancasila Sakti Klaten, Jawa Tengah KH Saefudin Zuhri mengingatkan santri-santriwatinya untuk tidak menjadi pemberontak maupun teroris. Menurut dia, akidah ahli sunnah wal jamaah melarang menjadi pemberontak dan teroris kepada pemerintah yang sah.“Haram ya jangankan menjadi teroris, memberontak kepada pemerintah yang sah...

Membangun Semangat Perdamaian di Kalangan Santri

Aliansi Indonesia Damai - Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerja sama dengan alumni Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama ustazah menyelenggarakan Pengajian Perdamaian bertajuk Menyerap ‘Ibroh Kehidupan Korban dan Mantan Pelaku Terorisme” di Pondok Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti Klaten, Jawa Tengah pada Sabtu (31/01/2026). Sebanyak 60 santri...

Menebar Benih Perdamaian di Jepara

Aliansi Indonesia Damai- Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerja sama dengan alumni Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama ustaz Hery Huzaery menyelenggarakan Pengajian Perdamaian bertajuk Menyerap ‘Ibroh Kehidupan Korban dan Mantan Pelaku Terorisme” di Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa Muhammadiyah Blimbingrejo Jepara, Jawa Tengah pada Sabtu (17/01/2026). Sebanyak 56 asatidz/asatidzah...