HomeSuara KorbanKetangguhan Penyintas Bom Thamrin

Ketangguhan Penyintas Bom Thamrin

ALIANSI INDONESIA DAMAI – Sedikitnya tiga orang warga sipil tewas dan puluhan lainnya terluka menjadi korban serangkaian ledakan bom di Jl. MH Thamrin Jakarta Pusat pada 14 Januari 2016. Tepatnya, di sebuah kedai kopi dan pos polisi di perempatan pusat perbelanjaan Sarinah. Peristiwa itu menimbulkan trauma tersendiri bagi para korbannya, salah satunya Dwi Siti Rhomdoni yang akrab disapa Dwiki.

Sejak masih duduk di bangku sekolah, Dwiki ditempa untuk hidup secara mandiri. Pada masa SMA ia harus bekerja paruh waktu untuk membiayai kebutuhan hidupnya serta dua adik kandungnya, dengan menjadi tutor sebaya bagi teman-temannya serta mengajar di Taman Pendidikan Al-Quran.

Walaupun dikenal sebagai siswi yang cukup pandai di sekolah, dan sempat mendapatkan beasiswa dari sebuah universitas, setelah lulus SMA pada tahun 2001 ia justru memilih untuk bekerja di sebuah perusahaan di Bekasi. Hal itu ia lakukan demi menafkahi adik-adiknya yang masih sekolah. Baru setelah merasa keuangan cukup, ia kemudian melanjutkan pendidikan di STKIP Cijantung. Pada tahun 2011 ia mulai bekerja di kantor Dewan Pers.

Kamis pagi, 14 Januari 2016, Dwiki berangkat bekerja seperti biasa tanpa merasakan firasat apa pun. Hari itu ia ada meeting dengan klien dari luar daerah di sebuah kedai kopi di Jl. MH Thamrin. Hari itu adalah hari pertamanya bekerja setelah ditugaskan pada divisi baru.

Waktu menunjukkan pukul 10:05 WIB, saat ia berbincang-bincang dengan klien, tanpa disangka sebuah bom meledak. Ia memperkirakan titik ledakan berada dua meter di belakangnya. Seketika ia terpental hingga kepalanya membentur meja. Kedai kopi itu menjadi porak poranda. Ledakan itu membuat pelanggan kedai kopi panik, semua sibuk menyelamatkan diri.

Di tengah kekacauan yang terjadi, Dwiki dengan sekuat tenaga berusaha untuk bangun, namun karena merasa pusing ia pun terjatuh. Ia mencoba untuk duduk dan mencoba memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi. Beberapa saat kemudian, ia merangkak mengikuti orang-orang di tempat itu ke arah samping kedai untuk keluar. Karena keadaan yang mencekam, orang-orang melompat keluar dengan panik dan berhamburan hingga beberapa orang cedera karena tertindih.

Begitu halnya dengan Dwiki, dengan kepala yang masih sakit, ia berdesak-desakan keluar mengikuti orang-orang. Namun karena semua orang tidak sabar untuk menyelamatkan diri, akhirnya ia terdorong keluar dan jatuh menindih korban yang lain. Belum sempat untuk bangun, tiga orang yang keluar dari jendela yang sama juga menimpanya hingga pingsan.

Saat itu masih terjadi baku tembak antara aparat keamanan dengan kawanan teroris. Dwiki yang sudah pingsan tak berdaya diselamatkan oleh seorang temannya. Ia diamankan ke dalam taksi. Di dalam taksi tersebut sudah ada dua orang yang juga terluka akibat peristiwa itu. Ia pun dibawa ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Menteng. Ia mengalami shock berat dan cedera di bagian tengkuk. Ia mengaku rasa pusing di kepala belum hilang saat diperiksa di rumah sakit tersebut. Beberapa jam kemudian, setelah kondisinya lebih stabil, ia diperbolehkan pulang dan diantar oleh seorang temannya.

Dalam perjalanan, ia mengalami beberapa kali muntah. Karena merasa tidak sanggup lagi, ia memutuskan untuk menuju Rumah Sakit Permata Hijau. Dokter mengatakan bahwa Dwiki mengalami cedera pada tulang leher. Ia dirawat selama kurang lebih tiga minggu, dan kemudian dilanjutkan rawat jalan tiga kali dalam satu bulan untuk melakukan check up saraf, ortopedi, dan psikologi. Tidak hanya sarafnya yang terganggu yang menyebabkannya bisa tiba-tiba pingsan kapan saja, ia juga mengalami trauma sehingga harus mengonsumsi obat penenang dari dokter.

Tahun 2016 ia fokus untuk pemulihan kesehatan. Awal 2017 ia memulai untuk kembali bekerja. Bukan hal yang mudah baginya, akibat cedera saraf dan trauma yang diderita ia dituntut untuk mampu mengerjakan berbagai tantangan dunia pekerjaan.

”Namun berkat semangat dari calon suami dan keluarga waktu itu, membuat saya kuat dan bagkit,” ujarnya.

Dwi Siti Rhomdoni (Dwiki) Bersama Direktur AIDA, Hasibullah Satrawi Dalam Peringatan Bom Thamrin.
Dwi Siti Rhomdoni (Dwiki) Bersama Direktur AIDA, Hasibullah Satrawi Dalam Peringatan Bom Thamrin.

 

Sejak menjadi korban, ia bergabung dalam Komuitas Sahabat Thamrin yang merupakan wadah perkumpulan para korban dan keluarga korban Bom Thamrin 2016. Ia juga turut bergabung dengan Yayasan Penyintas Indonesia (YPI), organisasi persatuan komunitas-komunitas korban terorisme di seluruh Indonesia. Tujuannya untuk saling menguatkan dan saling support di antara para korban.

Bersama rekan-rekannya sesama penyintas di YPI, ia terlibat sejumlah kegiatan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) untuk mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat luas. Dalam kegiatan AIDA ia dipertemukan dengan mantan pelaku terorisme, orang yang pernah terlibat dengan kelompok teroris namun telah bertobat dan kembali ke jalan perdamaian. Menyaksikan para mantan pelaku yang telah bertobat dan meminta maaf, Dwiki pun berbesar hati untuk memberikan pemaafan.

Di berbagai kesempatan kegiatan AIDA, ia menyampaikan pesan perdamaian dan senantiasa mengajak masyarakat untuk bersama-sama bergandengan tangan mencegah kekerasan agar tidak ada lagi korban. [SWD]

Most Popular

More from Author

Dialog Siswa SMAN 5 Surakarta dengan Mantan Ekstremis

Aliansi Indonesia Damai- AIDA melaksanakan Dialog Interaktif Virtual “Belajar Bersama Menjadi...

Generasi Muda Berkarakter Damai

Aliansi Indonesia Damai- Memperkuat pendidikan karakter bagi generasi muda bisa menjadi...

Dialog Siswa SMK Bhinneka Karya Surakarta dengan Mantan Napiter

Aliansi Indonesia Damai- Generasi muda sebagai pilar masa depan bangsa harus...

Wawasan Perdamaian Sejak Dini

Aliansi Indonesia Damai- Kampanye perdamaian penting dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan, terutama...

Melawan Kemungkaran Tidak dengan Kekerasan

Aliansi Indonesia Damai- Pengasuh Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa Blimbingrejo Jepara Hery Huzaery mengajak para ustaz dan santrinya untuk tidak melakukan kekerasan maupun perusakan bila melihat kemungkaran, kedzaliman maupun ketidakadilan. Menurut dia, siapa pun tidak setuju dengan kemungkaran, kedzaliman dan ketidakadilan namun menyikapinya harus sesuai dengan kemampuan yang...

Indonesia: Bukan Negara Agama, Bukan Negara Sekuler

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik IndonesiaArtikel ini dimuat di Kompas.id, 21 Februari 2026Menarik untuk dikaji posisi NKRI. Apakah termasuk negara agama atau negara sekuler, atau mungkinkah disebut sebagai Negara Pancasila? Negara agama ialah suatu negara yang mencantumkan salah satu agama sebagai dasar konstitusi. Sedangkan negara sekuler...

Negara Hadir Mendukung Pesantren

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama, Dr. H. Basnang Said, M.Ag menyatakan negara telah hadir untuk mendukung pondok pesantren. “Kita melihat bukti-bukti negara telah hadir di pondok pesantren,” ujar Basnang saat berbincang dengan redaksi di kantornya Jakarta dua pekan lalu.Basnang menjelaskan bukti...

Orientasi Pesantren Terwujudnya Indonesia Harmoni

Aliansi Indonesia Damai- Ke depan setiap pesantren siapa pun pendirinya harus selalu berorientasi pada terwujudnya Indonesia yang harmoni, Indonesia yang damai, Indonesia yang toleran.Pernyataan tersebut ditegaskan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama, Dr. H. Basnang Said, M.Ag saat berbincang dengan redaksi di kantornya...

Mungil-mungil Tangguh

Oleh Susi Afitriyani Mungil-mungil tangguh,Kau begitu kuat saat cobaan harus menghantam hidupmu,Kau yang masih begitu mungil, tapi kau mengajariku cara untuk tetap semangat dan tersenyum,Meski tubuhmu terlihat lemah akan tetapi jiwamu begitu tangguh,Haii,,, kau si mungil tangguh yang kelak akan menjadi penggantiku,Aku percaya jiwamu lebih kuat dari diriku,Dan...

Puasa dan Kedermawanan Otentik

Oleh Asyari, Guru Besar Ekonomi, Ketua Pusat Kajian Pengembangan Ekonomi Umat, FEBI UIN BukittinggiArtikel ini sudah terbit di Kompas.id, 17 Februari 2026Kasus bunuh diri YBS (10), siswa kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, pada 29 Januari 2026 dan sebelumnya, AA (44), seorang...

Arsitektur Pendidikan Tinggi Indonesia

Oleh Badri Munir Sukoco, Guru Besar Manajemen Strategi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis; Founder, Center for Dynamic Capabilities Universitas AirlanggaArtikel ini terbit di Kompas.id, 13 Februari 2026Atensi Presiden Prabowo Subianto pada pembangunan sumber daya manusia Indonesia sangatlah besar, terutama pendidikan tinggi. Belum setahun, Presiden telah melakukan tiga kali...

Tetap Tangguh di Era Bencana

Dalam beberapa bulan terakhir, Indonesia dilanda musibah. Banjir, cuaca ekstrem (hujan disertai badai), tanah longsor, kebakaran hutan, abrasi laut, gempa bumi dan pergeseran tanah menimpa masyarakat di sejumlah daerah.Bencana datang silih berganti menghantam beberapa wilayah, menelan korban jiwa, menghancurkan rumah dan infrastruktur yang menimbulkan kerugian materil yang...

Belajar Berkesadaran

Oleh Doni Koesoema A, Pemerhati Pendidikan, Mahasiswa Doktoral Universitas Negeri JakartaArtikel ini terbit di Kompas.id, 06 Februari 2026 Belajar berkesadaran adalah kunci keberhasilan pendidikan berkualitas. Bila belajar diibaratkan sebuah perjalanan, ini adalah langkah pertamanya. Sayangnya, langkah pertama ini sering kali terlewatkan.Transformasi belajar yang lebih fundamental inilah yang dilakukan...

Santri Diingatkan untuk Mempertahankan NKRI

Aliansi Indonesia Damai - Ketua Yayasan Al-Muttaqien Pancasila Sakti Klaten, Jawa Tengah KH Saefudin Zuhri mengingatkan santri-santriwatinya untuk tidak menjadi pemberontak maupun teroris. Menurut dia, akidah ahli sunnah wal jamaah melarang menjadi pemberontak dan teroris kepada pemerintah yang sah.“Haram ya jangankan menjadi teroris, memberontak kepada pemerintah yang sah...

Membangun Semangat Perdamaian di Kalangan Santri

Aliansi Indonesia Damai - Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerja sama dengan alumni Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama ustazah menyelenggarakan Pengajian Perdamaian bertajuk Menyerap ‘Ibroh Kehidupan Korban dan Mantan Pelaku Terorisme” di Pondok Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti Klaten, Jawa Tengah pada Sabtu (31/01/2026). Sebanyak 60 santri...

Menebar Benih Perdamaian di Jepara

Aliansi Indonesia Damai- Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerja sama dengan alumni Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama ustaz Hery Huzaery menyelenggarakan Pengajian Perdamaian bertajuk Menyerap ‘Ibroh Kehidupan Korban dan Mantan Pelaku Terorisme” di Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa Muhammadiyah Blimbingrejo Jepara, Jawa Tengah pada Sabtu (17/01/2026). Sebanyak 56 asatidz/asatidzah...