HomeBeritaPenyintas Bom Menginspirasi Siswa...

Penyintas Bom Menginspirasi Siswa SMK Turen Malang

Aliansi Indonesia Damai- Safari perdamaian yang digelar AIDA di beberapa sekolah di Kabupaten Malang beberapa waktu lalu mendapat sambutan baik dari para pelajar. Salah satunya ditunjukkan oleh siswa-siswi SMK PGRI Turen, Malang. Mereka mengaku mendapatkan pembelajaran berharga dari kisah penyintas dan mantan pelaku terorisme.

Salah seorang siswa mengungkapkan, kisah penyintas telah memberikan gambaran betapa dahsyatnya dampak dari aksi terorisme. Ia menyadari bahwa dampak terorisme sangat besar dan memberikan penderitaan yang bertubi-tubi kepada korbannya. “Terorisme memberikan dampak fisik dan psikologis (kepada korban). Secara fisik (menyebabkan) luka-luka, kematian, dan cacat. Sementara (dampak) psikologis seperti rasa kehilangan dan trauma,” ujar siswa tersebut.

Baca juga Pesan Damai Kepala SMA Hasyim Asy’ari Batu

Para siswa merasa takjub dengan kebangkitan para penyintas. Mereka tersentuh dan mendapatkan pelajaran berharga dari penyintas yang ikhlas memaafkan para pelaku, sekalipun luka yang mereka derita sangat menyakitkan. Salah seorang siswa berkomentar terkait sikap kesatria mereka.

“Jika kekerasan dibalas dengan kekerasan, maka akan menimbulkan masalah untuk dirinya sendiri dan orang lain. Kisah korban mengajarkan bahwa masalah dapat diselesaikan secara damai,” tutur siswa tersebut.

Baca juga Gema Perdamaian dari SMK Sunan Ampel Malang

Proses rekonsiliasi sekaligus keikhlasan korban untuk memaafkan mengubah mantan pelaku menjadi pribadi yang lebih baik. Berkat hal tersebut, mantan pelaku menemukan titik terang menuju perdamaian. “Faktor keluarga, sahabat, dapat inspirasi dari korban dan cerita masyarakat yang kehilangan keluarganya ternyata dapat membuat seorang teroris keluar dari jaringan terorisme dan menuju jalan yang benar,” kata seorang siswa menyimpulkan.

Seorang Siswi Memberikan Pernyataan dalam kegiatan Kampanye Perdamaian.

Siswa lain menyampaikan kesan positif terhadap berlangsungnya kampanye damai ini. Ia mengaku terinspirasi dan mulai mengetahui seperti apa perdamaian yang sejati itu. Ia jadi mengerti kesalahan demi kesalahan yang ada dalam setiap aksi terorisme dan belajar untuk lebih menghargai orang lain yang berbeda darinya.

Baca juga Cerdas Bermedia Sosial

Wakil Kepala SMK Turen mengajak para siswa untuk melestarikan budaya damai yang sudah mengakar di Indonesia. Ia berharap jangan sampai budaya damai itu ternodai oleh aksi-aksi kekerasan seperti yang terjadi di beberapa wilayah di dunia. Maka dari itu, ia merespon baik kehadiran AIDA dalam rangka menyuarakan perdamaian yang merupakan harapan bersama.

Ia juga mengajak para siswa yang mengikuti kegiatan kampanye damai agar menebarkan semangat damai itu kepada pihak lain, terutama teman sebaya. “Selepas kegiatan ini tidak berarti selesai. Anda bisa mentransfer (materi hari ini) ke teman yang tidak ikut. Kalau ada temannya yang ingin berkelahi atau sebagainya, katakan; damai, damai, damai. Berdamai itu indah,” ujarnya berpesan.[FAH]

Baca juga Harapan Guru Pandeglang pada Generasi Remaja

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Meningkatkan Kompetensi Petugas Lapas Membina WBP Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Pagi yang cerah di barat tugu Yogyakarta. Sebanyak...

Misi Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Oleh Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Artikel ini berasal dari...

Ulama Dahulu Bijak Mendakwahkan Islam

Aliansi Indonesia Damai- Para ulama terdahulu bersikap bijak dalam menyebarkan atau...

Berjihad untuk Hidup di Jalan Allah

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat...

Meningkatkan Kompetensi Petugas Lapas Membina WBP Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Pagi yang cerah di barat tugu Yogyakarta. Sebanyak 25 petugas pemasyarakatan dari sejumlah UPT Lembaga Pemasyarakatan (lapas) di pulau Jawa mengikuti Pelatihan Penguatan Perspektif Korban Terorisme bagi Petugas Pemasyarakatan yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan...

Misi Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Oleh Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 13 September 2026 Para pendiri Indonesia sungguh bijaksana dan visioner. Mereka merumuskan misi yang harus dilakukan sebagai kewajiban konstitusional pemerintahan Republik Indonesia untuk terwujudnya Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Satu di...

Ulama Dahulu Bijak Mendakwahkan Islam

Aliansi Indonesia Damai- Para ulama terdahulu bersikap bijak dalam menyebarkan atau mendakwahkan ajaran Islam. Mereka mampu mengambil jalan tengah dan bijak terhadap kondisi masyarakat saat itu. Demikian dinyatakan Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali dalam Halaqah Alim Ulama...

Berjihad untuk Hidup di Jalan Allah

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali mengajak umat Islam untuk berjihad tidak dengan melakukan aksi terorisme atau bom bunuh diri. “Gamal al-Banna menyatakan jihad hari ini bukan untuk mati di jalan Allah tapi untuk hidup...

22 Tahun yang Penuh Berkah

Oleh Nanda Olivia Daniel, Penyintas Bom Kuningan 9 September 2004. Sejak menjadi korban bom begitu banyak berkah yang sudah Allah kasih buat saya dan keluarga saya. Mulai dari bantuan pengobatan dari Kedutaan Besar Australia, ini yang paling nyata manfaatnya yang bisa saya rasakan langsung. Dan kemudian menyusul...

Literasi Relasi Melawan Radikalisasi Digital

Oleh Andik Wahyun Muqoyyidin, Akademisi dan Peneliti Pendidikan Islam Universitas Pesantren Tinggi Darul ’Ulum Jombang Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 09 September 2026 Radikalisasi digital tidak selalu datang dengan amarah. Hal itu bisa bermula dari perhatian: seseorang rajin menyapa, bersedia mendengarkan keluhan, menawarkan bantuan, lalu...

Doa Bersama untuk Korban Bom Kuningan

Aliansi Indonesia Damai- Forum Kuningan, komunitas korban aki terorisme di Kedutaan Besar Australia Jakarta, 9 September 2004, mengajak masyarakat Indonesia meluangkan waktu sejenak dan memanjatkan doa sesuai keyakinan dan kepercayaannya untuk mendoakan para korban. Ajakan doa bersama untuk mengenang tragedi 22 tahun lalu yang menimpa saudara-saudara kita terkena...

Korban Terorisme Menguatkan Kesadaran

Aliansi Indonesia Damai- Mantan petinggi Jamaah Islamiyah (JI) Arif Siswanto mengaku di antara yang membantu menguatkan dirinya untuk meninggalkan paham dan jalan kekerasan adalah pertemuannya dengan korban aksi terorisme saat menjalani hukuman penjara. Dalam pertemuan yang difasilitasi AIDA tersebut, Arif mendengarkan secara langsung dampak dan bahaya aksi...

Menemukan Titik Balik di Penjara

Aliansi Indonesia Damai- Mantan petinggi Jamaah Islamiyah (JI) Arif Siswanto mengaku saat menjalani hukuman penjara menemukan titik balik untuk kembali ke jalan perdamaian. Menurut dia, di dalam penjara dirinya mendapatkan satu waktu untuk lebih luas dan panjang untuk memikirkan ulang apa yang selama ini dijalani dan diperjuangkannya. “Pengalaman...

Buku SNI dan Politik Sejarah bagi Bangsa yang Majemuk

Oleh Mudhofir Abdullah, Guru Besar UIN Raden Mas Said Surakarta Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 07 September 2026 Pada akhir Agustus lalu, pemerintah meluncurkan lima jilid pertama Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Kelimanya bagian dari seri yang dirancang 10-11 jilid yang dikerjakan oleh 123...

Terorisme Tidak Menegakkan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Kita ingin menegakkan sebuah kehidupan Islam tapi dalam waktu yang sama juga kita mengorbankan orang-orang Muslim sendiri. Kita ingin pengawalan Islam yang lebih puritan tetapi ternyata membawa satu benturan demi benturan yang menimbulkan banyak korban jiwa. “Semua itu menjadi satu persoalan yang mengganggu nurani kami,”...

Guru Indonesia Profesi yang Teropresi

Oleh Mohammad Rifky, Guru Sosiologi, Anggota P2G (Perhimpunan Pendidikan dan Guru) Kota Semarang, Jawa Tengah. Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 04 September 2026 Teropresi mungkin kata yang jarang didengar oleh masyarakat dan lebih sering ditemukan pada bahasan sosiologi. Secara sosiologi, opresi adalah suatu kondisi tertindas atau...