HomeOpiniRamadhan Bulan Membaca

Ramadhan Bulan Membaca

Oleh: Moh Najib
Wakil Ketua Umum MPP ICMI

Ramadan bulan paling mulia, paling istimewa. Di antara keistimewaan dan kemuliaannya itu Ramadan merupakan bulan diturunkannya Al-Qur’an.

Al-Qur’an merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW yang paling besar, berlakunya bukan hanya sesaat pada masa Nabi ketika masih hidup, tetapi berlaku sepanjang zaman, sampai kiamat. Sementara mukjizat para nabi sebelum Muhammad berlaku hanya pada zamannya dan itu pun atas izin Allah SWT.

Baca juga Menguatkan Pengendalian Diri dari Tindak Kekerasan

Di antara kemukjizatan Al-Qur’an yang berlaku sepanjang zaman ialah kandungannya yang berisi berbagai macam ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi itu berkembang dan berlaku sepanjang zaman. Kandungan ilmu pengetahuan dan teknologi tampak dari pesan wahyu pertama dari Al-Qur’an yang diturunkan di bulan Ramadan, yaitu Iqra’.

Perintah Iqra (membaca) diulang dua kali kemudian Iqra ketiga dan keempat merupakan bagian dari lima ayat, yaitu ‘Iqra’ (bacalah) dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari ’alaq. Iqra’ (bacalah) dan Tuhanmulah yang Mahamulia, Yang Mengajar manusia dengan pena, mengajar manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS al-‘Alaq: 1-5).

Baca juga Puasa sebagai Emansipasi

Iqra semula berarti ‘menghimpun’, yang menunjukkan arti menyampaikan, menelaah, membaca, mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu, membaca fenomena alam, membaca tanda-tanda zaman, sejarah masa lalu, masa sekarang, dan informasi fenomena masa depan.

Perintah Iqra wahyu pertama tidak menjelaskan objek apa yang harus dibaca. Ini menunjukkan Al-Qur’an menghendaki manusia membaca apa saja, segala sesuatu yang dapat dijangkau manusia, yang tertulis maupun tidak tertulis, selama bacaan itu bismi rabbik, bermanfaat untuk kemanusiaan.

Baca juga Puasa, Mosaik Spiritualitas Luhur

Pengulangan perintah membaca dalam kalimat Iqra menunjukkan bahwa kecakapan membaca diperoleh dengan cara mengulang-ulang; membaca hendaknya dilakukan sampai batas maksimal; mengulang-ulang bacaan menghasilkan pengetahuan dan wawasan baru; membaca berulang-ulang menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Al-Qur’an banyak mengungkap informasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang setelah dilakukan riset oleh berbagai ahli, hasilnya tepat sesuai informasi Al-Qur’an. Banyak ayat berbicara fenomena ilmiah yang terbukti kebenarannya di tengah perkembangan ilmu pengetahuan, di antaranya teori Expanding Universe (kosmos yang mengembang) (QS 51:47).

Baca juga Pembangunan dan Perdamaian

Matahari adalah planet yang bercahaya, sedangkan bulan adalah pantulan dari cahaya matahari (QS 10:5); pergerakan bumi mengelilingi matahari, gerakan lapisan-lapisan yang berasal dari perut bumi, serta pergerakan gunung sama dengan pergerakan awan (QS 27: 88).

Zat hijau daun, asy syajarah al-ahdhor (klorofil) yang berperan dalam mengubah tenaga radiasi matahari menjadi tenaga kimia melalui proses fotosintesis sehingga menghasilkan energi (QS 36:80). Manusia diciptakan dari sebagian kecil sperma pria dan yang setelah fertilisasi berdempet di dinding rahim (QS 86:6-7) dan (QS 96:2).

Baca juga Perjalanan Moralitas yang Terseok

Iqra merupakan perintah paling berharga yang diberikan kepada manusia karena membaca merupakan jalan mengantarkan manusia mencapai derajat kemanusiaan sempurna. Manusia adalah makhluk membaca. Iqra, membaca merupakan syarat utama manusia membangun peradaban.

Ramadan merupakan bulan yang strategis untuk membangkitkan kesadaran tugas manusia membangun peradaban. Membangun peradaban dilahirkan melalui mobilitas membaca secara intensif dan tugas membaca adalah perintah pertama dari wahyu pertama Al-Qur’an yang diturunkan di bulan Ramadan.

*Artikel ini terbit di Media Indonesia, 19 April 2022

Baca juga Hukum dan Keadaban Publik

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Santri Diajak Menebarkan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Arqom Klaten Ismail Siddiqie...

Iqra’ Literasi Kritis untuk Memahami Situasi Bangsa

Oleh Handi Risza, Wakil Rektor Universitas Paramadina Artikel ini telah diterbitkan di...

Melawan Kemungkaran Tidak dengan Kekerasan

Aliansi Indonesia Damai- Pengasuh Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa Blimbingrejo Jepara Hery...

Indonesia: Bukan Negara Agama, Bukan Negara Sekuler

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik IndonesiaArtikel ini dimuat di Kompas.id,...

Santri Diajak Menebarkan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Arqom Klaten Ismail Siddiqie mengajak santri-santrinya untuk menebarkan kedamaian dimana pun. Menurut dia, jika tercipta kedamaian maka aktivitas pengajian, sekolah, ibadah, bekerja, dan kehidupan sosial dalam kondisi aman dan nyaman. Ajakan tersebut disampaikan Ismail saat mengisi Pengajian Perdamaian bertajuk Menyerap ‘Ibroh...

Iqra’ Literasi Kritis untuk Memahami Situasi Bangsa

Oleh Handi Risza, Wakil Rektor Universitas Paramadina Artikel ini telah diterbitkan di Kompas.id pada 07 Maret 2026 Iqra’ adalah kata pertama yang turun dalam wahyu kepada diri Nabi Muhammad SAW empat belas abad yang lalu. Perintah membaca ini termaktub dalam Surah Al-‘Alaq ayat 1–5 dan kemudian menjadi fondasi...

Melawan Kemungkaran Tidak dengan Kekerasan

Aliansi Indonesia Damai- Pengasuh Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa Blimbingrejo Jepara Hery Huzaery mengajak para ustaz dan santrinya untuk tidak melakukan kekerasan maupun perusakan bila melihat kemungkaran, kedzaliman maupun ketidakadilan. Menurut dia, siapa pun tidak setuju dengan kemungkaran, kedzaliman dan ketidakadilan namun menyikapinya harus sesuai dengan kemampuan yang...

Indonesia: Bukan Negara Agama, Bukan Negara Sekuler

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik IndonesiaArtikel ini dimuat di Kompas.id, 21 Februari 2026Menarik untuk dikaji posisi NKRI. Apakah termasuk negara agama atau negara sekuler, atau mungkinkah disebut sebagai Negara Pancasila? Negara agama ialah suatu negara yang mencantumkan salah satu agama sebagai dasar konstitusi. Sedangkan negara sekuler...

Negara Hadir Mendukung Pesantren

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama, Dr. H. Basnang Said, M.Ag menyatakan negara telah hadir untuk mendukung pondok pesantren. “Kita melihat bukti-bukti negara telah hadir di pondok pesantren,” ujar Basnang saat berbincang dengan redaksi di kantornya Jakarta dua pekan lalu.Basnang menjelaskan bukti...

Orientasi Pesantren Terwujudnya Indonesia Harmoni

Aliansi Indonesia Damai- Ke depan setiap pesantren siapa pun pendirinya harus selalu berorientasi pada terwujudnya Indonesia yang harmoni, Indonesia yang damai, Indonesia yang toleran.Pernyataan tersebut ditegaskan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama, Dr. H. Basnang Said, M.Ag saat berbincang dengan redaksi di kantornya...

Mungil-mungil Tangguh

Oleh Susi Afitriyani Mungil-mungil tangguh,Kau begitu kuat saat cobaan harus menghantam hidupmu,Kau yang masih begitu mungil, tapi kau mengajariku cara untuk tetap semangat dan tersenyum,Meski tubuhmu terlihat lemah akan tetapi jiwamu begitu tangguh,Haii,,, kau si mungil tangguh yang kelak akan menjadi penggantiku,Aku percaya jiwamu lebih kuat dari diriku,Dan...

Puasa dan Kedermawanan Otentik

Oleh Asyari, Guru Besar Ekonomi, Ketua Pusat Kajian Pengembangan Ekonomi Umat, FEBI UIN BukittinggiArtikel ini sudah terbit di Kompas.id, 17 Februari 2026Kasus bunuh diri YBS (10), siswa kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, pada 29 Januari 2026 dan sebelumnya, AA (44), seorang...

Arsitektur Pendidikan Tinggi Indonesia

Oleh Badri Munir Sukoco, Guru Besar Manajemen Strategi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis; Founder, Center for Dynamic Capabilities Universitas AirlanggaArtikel ini terbit di Kompas.id, 13 Februari 2026Atensi Presiden Prabowo Subianto pada pembangunan sumber daya manusia Indonesia sangatlah besar, terutama pendidikan tinggi. Belum setahun, Presiden telah melakukan tiga kali...

Tetap Tangguh di Era Bencana

Dalam beberapa bulan terakhir, Indonesia dilanda musibah. Banjir, cuaca ekstrem (hujan disertai badai), tanah longsor, kebakaran hutan, abrasi laut, gempa bumi dan pergeseran tanah menimpa masyarakat di sejumlah daerah.Bencana datang silih berganti menghantam beberapa wilayah, menelan korban jiwa, menghancurkan rumah dan infrastruktur yang menimbulkan kerugian materil yang...

Belajar Berkesadaran

Oleh Doni Koesoema A, Pemerhati Pendidikan, Mahasiswa Doktoral Universitas Negeri JakartaArtikel ini terbit di Kompas.id, 06 Februari 2026 Belajar berkesadaran adalah kunci keberhasilan pendidikan berkualitas. Bila belajar diibaratkan sebuah perjalanan, ini adalah langkah pertamanya. Sayangnya, langkah pertama ini sering kali terlewatkan.Transformasi belajar yang lebih fundamental inilah yang dilakukan...

Santri Diingatkan untuk Mempertahankan NKRI

Aliansi Indonesia Damai - Ketua Yayasan Al-Muttaqien Pancasila Sakti Klaten, Jawa Tengah KH Saefudin Zuhri mengingatkan santri-santriwatinya untuk tidak menjadi pemberontak maupun teroris. Menurut dia, akidah ahli sunnah wal jamaah melarang menjadi pemberontak dan teroris kepada pemerintah yang sah.“Haram ya jangankan menjadi teroris, memberontak kepada pemerintah yang sah...