HomeBeritaMenempa Ketangguhan Siswa SMAN...

Menempa Ketangguhan Siswa SMAN 5 Surakarta

Pergi ke stadion untuk berlatih lari-lari
Berangkat setelah subuh naik skuter
Selamat menonton sambil berdiskusi
Semoga tercipta siswa yang tangguh dan berkarakter

Aliansi Indonesia Damai- Pantun diatas dilantunkan oleh Kepala SMAN 5 Surakarta, Drs. Harmani, M.Hum., untuk menyemangati siswa-siswi yang berkumpul di aula, Senin (16/1/2023) pagi itu. Mereka mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh AIDA, yaitu Diskusi Interaktif dengan tema “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh.”

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah mengingatkan para siswa pesera Diskusi Interaktif akan pentingnya memupuk karakter tangguh dalam diri. Sebab, segala macam tantangan kehidupan akan dihadapi oleh mereka. Pelbagai informasi baik yang bermanfaat maupun yang membawa pengaruh buruk selalu ada, dan aksesnya terbuka bagi siapa saja. Generasi muda harus menguatkan karakter supaya tidak terpengaruh ajakan tak bertanggung jawab, termasuk dari kelompok-kelompok prokekerasan.

Baca juga Menginspirasikan Ketangguhan di SMAN 2 Surakarta

Lebih lanjut ia menjelaskan, gambaran dari dampak kekerasan sangat nyata dan mudah dijumpai contoh kasusnya. Berbagai aksi kekerasan yang pernah terjadi sudah semestinya dijadikan sebagai pengingat bersama bahwa perdamaian begitu berharga. Merawat dan melestarikan perdamaian adalah tugas mulia yang harus diemban semua pihak.

Harmani mencontohkan kasus kekerasan yang pernah terjadi di beberapa wilayah di Timur Tengah. Ia sangat menyayangkan perang saudara terjadi di banyak tempat di Suriah, Irak, atau negara lain di sana. Yang tersisa dari aksi-aksi nirdamai di kawasan tersebut hanyalah kesengsaraan. “Perdamaian memang benar satu hal yang sangat berharga, tidak ada arti yang lain-lain, kekayaan, kesejahteraan, ketika tidak ada perdamaian,” ujarnya.

Baca juga Empati Terhadap Korban Terorisme

Pungkasan, ia mengingatkan siswa-siswi SMAN 5 Surakarta untuk mencatat pembelajaran yang bisa dipetik dari kisah korban terorisme dan mantan pelaku terorisme yang telah bertobat yang kisahnya diangkat dalam kegiatan. Ia mengharapkan anak-anak didiknya tumbuh semakin dewasa dan tertanam dalam jiwa mereka karakter tangguh yang kuat.

“Dan, jadilah kalian pionir, nanti yang kalian dapatkan pada pagi hari ini bisa kalian tularkan pada teman-teman kalian,” katanya. [MLM]

Baca juga Membekali Pelajar dengan Karakter Ketangguhan

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Menghargai Toleransi

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id...

Petugas Lapas Harus Mampu Deteksi Dini WBP Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Sebagai “dokter” yang baik, petugas lembaga pemasyarakatan (Lapas)...

Bisikan Hati*

Puisi ini pernah diterbitkan Newsletter SUARA PERDAMAIAN edisi VII Januari 2016 Oktober… Bagiku...

Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Bukan dengan Pengeboman

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian masyarakat atau kelompok yang keliru dalam...

Menghargai Toleransi

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 19 Maret 2026 Toleransi bukan menyamakan yang berbeda dan atau membedakan hal yang sama. Toleransi ialah menerima kenyataan di dalam hidup bahwa perbedaan itu adalah sebuah keniscayaan. Kelompok liberal cenderung berlebihan untuk memaksakan persamaan...

Petugas Lapas Harus Mampu Deteksi Dini WBP Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Sebagai “dokter” yang baik, petugas lembaga pemasyarakatan (Lapas) harus mampu melakukan deteksi dini terhadap perilaku dan paham keagamaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme. Demikian dinyatakan mantan pelaku terorisme Ali Fauzi Manzi saat menjadi narasumber Pelatihan Penguatan Perspektif Korban Terorisme Bagi Pembimbing Kemasyarakatan Balai...

Bisikan Hati*

Puisi ini pernah diterbitkan Newsletter SUARA PERDAMAIAN edisi VII Januari 2016 Oktober… Bagiku adalah bulan penuh cerita Derita, duka, dan air mata Cintaku, harapanku… Hangus terbakar api angkara Lenyap terkubur abu nestapa Kini kudatang di pusaramu Kupandang indah ukiran namamu Kupanjatkan doa untukmu Dan segenap bayangmu pun datang menghampiriku Ingin aku mendekapmu di pelukku Meski tak kuasa tanganku...

Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Bukan dengan Pengeboman

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian masyarakat atau kelompok yang keliru dalam memahami dan mempraktikan amar ma’ruf nahi munkar. Mereka mengkategorikan amar ma’ruf nahi munkar dalam ushuluddin dan hukumnya fardhu ain. “Amar ma’ruf nahi munkar dibelokkan dengan kekerasan, bahkan sampai pengeboman. Padahal hukum amar ma’ruf nahi munkar adalah fardhu...

Penataan Ruang Digital untuk Generasi Masa Depan

Oleh Ikhsan Darmawan, Ketua Klaster Riset Teknologi dan Politik, Departemen Ilmu Politik, FISIP Universitas Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 27 Maret 2026 Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025, atau biasa disebut dengan PP Tunas, akan mulai diterapkan mulai 28 Maret 2026. Kementerian Komdigi juga telah...

Harmoni antara Agama dan Pancasila

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini diterbitkan di Kompas.id pada 18 Maret 2026 Agama dan Pancasila ibarat dua sejoli yang saling menguatkan satu sama lain. Agama dan Pancasila harus sama-sama memberikan pencerahan terhadap segenap warga bangsa tanpa kecuali. Agama dan Pancasila tidak bisa diperhadap-hadapkan satu sama lain....

Idul Fitri, Kohesi Sosial dan Masalah Kenegaraan

Oleh Saratri Wilonoyudho, Guru Besar Universitas Negeri Semarang Artikel ini diterbitkan di Kompas.id pada 20 Maret 2026 Idul Fitri menjadi momen saling memaafkan karena esensinya adalah kembali kepada kesucian setelah Ramadhan. Islam menekankan bahwa setelah sebulan berpuasa dengan menahan hawa nafsu dan memperbanyak ibadah, seorang Muslim diharapkan lahir kembali...

Lebih Tangguh dengan Pengalaman Ramadan

Umat Islam di seluruh dunia kembali merayakan Idul Fitri, setelah menjalani ibadah puasa Ramadan 1447 H. Selama sebulan penuh, kaum muslimin melakukan sahur, puasa, buka puasa (iftar), tarawih, dan pengajian/majelis ilmu. Umat Islam meyakini bahwa dengan melaksanakan berbagai ibadah tersebut, mereka akan mendapatkan ampunan, rahmat dan kemenangan...

Idul Fitri, Nyepi, dan Kerukunan Umat Beragama

Oleh M Zainuddin, Guru Besar Sosiologi Agama Program Pascasarjana UIN Maliki Malang, Chairman of Yasmine Institute Artikel ini diterbitkan Kompas.id pada 19 Maret 2026 Pada hari Kamis, 19 Maret 2026, umat Hindu memperingati Hari Suci Nyepi dan pada hari yang (mungkin) bersamaan umat Islam juga akan merayakan Idul Fitri....

Ciri-ciri Umum Kelompok Radikal

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini dipublikasikan di Kompas.id pada 15 Maret 2026 Salah satu yang sering mengganggu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ialah munculnya apa yang sering disebut sebagai kelompok radikal. Kelompok ini selalu berusaha untuk memanfaatkan setiap momen untuk menampilkan tujuan-tujuan ideologisnya, misalnya dengan...

Santri Diajak Menebarkan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Arqom Klaten Ismail Siddiqie mengajak santri-santrinya untuk menebarkan kedamaian dimana pun. Menurut dia, jika tercipta kedamaian maka aktivitas pengajian, sekolah, ibadah, bekerja, dan kehidupan sosial dalam kondisi aman dan nyaman. Ajakan tersebut disampaikan Ismail saat mengisi Pengajian Perdamaian bertajuk Menyerap ‘Ibroh...

Iqra’ Literasi Kritis untuk Memahami Situasi Bangsa

Oleh Handi Risza, Wakil Rektor Universitas Paramadina Artikel ini telah diterbitkan di Kompas.id pada 07 Maret 2026 Iqra’ adalah kata pertama yang turun dalam wahyu kepada diri Nabi Muhammad SAW empat belas abad yang lalu. Perintah membaca ini termaktub dalam Surah Al-‘Alaq ayat 1–5 dan kemudian menjadi fondasi...