HomeBeritaMakna Ketangguhan Menurut Pelajar...

Makna Ketangguhan Menurut Pelajar Maliska

Aliansi Indonesia Damai- Puluhan siswa MA Al-Islam Jamsaren Surakarta mengikuti kegiatan AIDA, yakni “Diskusi Interaktif: Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” Selasa (17/1/2023) lalu. Selaras dengan tema kegiatan, siswa-siswi Maliska -julukan sekolah mereka- menggali makna ketangguhan agar kokoh menghadapi tantangan kini dan nanti.

Bertempat di aula masjid madrasah, para siswa peserta Diskusi Interaktif berlomba-lomba menyampaikan gagasan tentang kiat menjadi generasi yang tangguh. Suasana diskusi yang riuh tersebut terjadi setelah mereka menyaksikan kisah-kisah inspiratif dari Tim Perdamaian AIDA, yakni persatuan antara penyintas aksi terorisme serta mantan pelaku terorisme yang telah bertobat. Kisah-kisah korban dan mantan pelaku diyakini mengandung pembelajaran dan hikmah yang penting bagi generasi muda.

Baca juga Menguatkan Karakter Tangguh Pelajar MAN 2 Surakarta

Seorang siswi perwakilan Kelas XI MIPA mengutarakan pikirannya mengenai generasi tangguh. “Makna tangguh berarti kuat. Kita sebagai generasi muslim di sini kita dilatih untuk menjadi generasi yang kuat. Walaupun banyak musibah, kita harus bangkit dari keterpurukan. Sesuai dengan hadis, bahwasanya muslim yang kuat itu lebih dicintai Allah daripada muslim yang lemah,” katanya.

Siswi lain perwakilan dari Kelas XI IPS mendukung hal tersebut. Ia menyampaikan tiga pembelajaran yang didapat dari kisah korban terorisme. “Pertama, bagaimana kita menjadi seorang yang kuat ketika mendapatkan ujian dari Allah SWT. Yang kedua, bagaimana kita sabar. Orang sabar adalah orang yang dicintai oleh Allah, dan Allah selalu bersama orang-orang yang sabar,” ujarnya.

Baca juga Menempa Ketangguhan Siswa SMAN 5 Surakarta

Lebih lanjut siswi tersebut juga menerangkan bahwa sebagian korban mampu mencapai taraf akhlak yang sangat luhur, yaitu memaafkan pelaku yang telah menimpakan penderitaan kepadanya. “Yang ketiga, bagaimana kita saling memaafkan. Seperti yang kita tahu memaafkan itu memang tidak mudah, tapi memaafkan itu amal saleh yang dicintai oleh Rasulullah Saw,” kata dia.

Pun dari kisah mantan pelaku terorisme, para siswa peserta Diskusi Interaktif mengaku mendapatkan pembelajaran tentang ketangguhan. Salah satunya disampaikan oleh Ketua OSIS MA Al-Islam Jamsaren yang turut hadir menjadi peserta Diskusi Interaktif.

Baca juga Menginspirasikan Ketangguhan di SMAN 2 Surakarta

“Mereka bisa mengintrospeksi, menyadari kesalahan yang mereka telah perbuat. Yang paling penting kita pahami adalah tadi disebutkan faktor keluarga dan persahabatan itu sangat mempengaruhi. Sehingga kita harus tahu dan bisa membatasi diri dalam berteman. Kita harus mempunyai jati diri untuk membentengi kita agar kita tidak dimasuki, agar kita tidak mudah melakukan apa yang seharusnya tidak dilakukan,” ujarnya dengan berapi-api.

Wakil Kepala MA Al-Islam Jamsaren, Khoirul Masyhur ESP, S.Pd., hadir mendampingi proses pelaksanaan Diskusi Interaktif: Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan terima kasih kepada AIDA yang mengajak sekolahnya berkolaborasi dalam meningkatkan karakter tangguh dalam diri anak-anak didiknya. Dalam hematnya, peningkatan kapasitas siswa selain kegiatan belajar mengajar di kelas seperti ini sangat penting untuk memperluas cakrawala berpikir mereka. [MLM]

Baca juga Empati Terhadap Korban Terorisme

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Luka yang Melepaskan: 8 Tahun Berdiri karena Rahmat-Nya

Tuhan tidak menghapus lukaku, tetapi Ia membuat luka itu tidak lagi...

Pengalaman Menjadi Duta Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Kurnia Widodo mengaku senang bisa...

Menangani Pelajar yang Terpapar Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme Kurnia Widodo mengingatkan para pelajar...

Pelajar Diingatkan Mewaspadai Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung...

Luka yang Melepaskan: 8 Tahun Berdiri karena Rahmat-Nya

Tuhan tidak menghapus lukaku, tetapi Ia membuat luka itu tidak lagi menguasai aku 13 Mei 2018-13 Mei 2026, delapan tahun peristiwa iman itu telah berlalu begitu cepat. Begitu banyak pemaknaan yang aku dapatkan dari peristiwa itu hingga saat ini, mulai dari apa itu arti keluarga sesungguhnya, arti kerendahan...

Pengalaman Menjadi Duta Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Kurnia Widodo mengaku senang bisa mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam jaringan terorisme seperti pengalaman dirinya di masa lalu. “Saya merasa plong (lega) saat menjadi duta perdamaian karena dahulu saya merasa banyak salah. Dengan menjadi duta perdamaian saya seperti membayar...

Menangani Pelajar yang Terpapar Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme Kurnia Widodo mengingatkan para pelajar untuk mewaspadai ideologi ekstremisme. Menurut dia, ada fakta pelajar yang baru lulus SMA menjadi pelaku pengeboman dan penyerangan pendeta di Gereja Katolik St. Yoseph Kota Medan, Sumatera Utara, pada 28 Agustus 2016 silam. “Pelajar yang terpapar ideologi...

Pelajar Diingatkan Mewaspadai Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengingatkan para pelajar atau generasi muda untuk senantiasa waspada dan berhati-hati dengan pemikiran ekstremisme. Menurut dia, ideologi ekstremisme bisa menyebar atau mempengaruhi siapa saja. “Hati-hati ya kalian. Pemikiran ekstremisme...

Pendidikan untuk Merawat Hak Hidup

Oleh Ernest Pugiye, Penulis adalah Guru pada SMAN 1 Dogiyai Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 09 Mei 2026. Pendidikan adalah ruang paling dasar untuk manusia belajar menghargai kehidupan. Pendidikan menjadi jalan kemanusiaan yang menuntun manusia untuk menjaga martabat dan hak hidup sesama. Dalam konteks Papua,...

Penyesalan Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengaku menyesal dahulu pernah bergabung dalam jaringan kelompok teroris. Andai waktu bisa diputar kembali, ia tak ingin menjadi bagian jaringan tersebut. “Saya kadang suka berpikir seandainya waktu bisa diputar...

Mendakwahkan Islam Rahmatan lil Alamin

Aliansi Indonesia Damai- Eks kombatan konflik Ambon, Maluku dan Poso, Sulawesi Tengah, Iswanto mengaku dirinya sekarang menjadi duta perdamaian yang mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat termasuk anak didiknya di pesantren. Ia menyampaikan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. “Saya menyampaikan kepada rekan-rekan yang dulu bahwa Islam itu rahmatan lil...

Menjaga Relevansi Program Studi lewat Transformasi

Oleh Alim Setiawan Slamet, Rektor IPB University Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 04 Mei 2026 Setiap tahun perguruan tinggi Indonesia meluluskan sekitar 1,9 juta sarjana. Namun, banyak di antaranya kesulitan mencari pekerjaan yang sesuai. Wacana penataan program studi yang dilontarkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek)...

Mengajak Kembali ke Jalan Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Iswanto, eks kombatan konflik Ambon, Maluku dan Poso, Sulawesi Tengah mengaku ia bersama rekan-rekannya di komunitas Yayasan Lingkar Perdamaian aktif merangkul dan mengajak mereka yang masih berpemikiran ekstrem untuk kembali ke jalan perdamaian. “Saya berusaha supaya mereka tidak melakukan aksi kekerasan lagi, bahkan yang masih...

Tantangan Mantan Amir JAD Kembali ke Jalan Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengaku menerima banyak tantangan saat hijrah dari pemikiran ekstrem ke pemikiran moderat (wasathiyah) dan kembali ke jalan perdamaian. “Dahulu kami terjerumus ke pemikiran radikal, terus kembali atau berubah pemikirannya,...

Takfir Harus Berdasarkan Dalil Alquran

Aliansi Indonesia Damai- Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery, mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, mengaku dirinya pernah keliru dalam menetapkan vonis kafir (takfir) kepada orang atau kelompok lain yang memiliki pemahaman kegamaan berseberangan dengan dirinya maupun kelompoknya. Menurut dia, kelompok Jamaah Ansharud...

Memaknai Ulang Hari Kartini: Kesetaraan adalah Rasa Aman

Oleh Dina Diana, Pengajar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 20 April 2026 Setiap tahun kita merayakan Hari Kartini dengan semangat emansipasi, pendidikan, dan kemajuan perempuan. Di hari itu kita mengenang keberanian Ibu Kartini dalam mengekspresikan idenya tentang dunia yang lebih adil untuk...