HomeBeritaTidak Membalas Kezaliman dengan...

Tidak Membalas Kezaliman dengan Ketidakadilan

Aliansi Indonesia Damai- Islam menyerukan umatnya untuk menyelesaikan masalah dengan musyawarah. Musyawarah menerapkan prinsip keadilan. Setiap pihak mendapatkan kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat dan pemikirannya. Melalui musyawarah, orang yang berbuat kesalahan bisa dihukum secara proporsional tanpa mencederai keadilan.

Sebaliknya, Islam melarang umatnya melakukan kezaliman meski atas nama membalas kezaliman. Perilaku jahat di belahan wilayah tertentu, tak bisa semena-mena dibalas di wilayah lain.

Baca juga Menciptakan Iklim Sekolah yang Damai

“Kalau terjadi kekerasan itu susah. Orang tidak salah kena bom bunuh diri. Yang ini tidak salah, yang salah ada di nun jauh di sana. Misalnya orang-orang Palestina dianiaya oleh orang Israel. Yang menganiaya orang Israel yang ada di sana, bukan yang ada di Indonesia. Orang Amerika yang melakukan yang di sana, bukan orang Amerika yang di Indonesia,” ujar Dyastono, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Majelis Tafsir Al-Quran (MTA) Surakarta.

Di hadapan puluhan anak didiknya yang mengikuti kegiatan “Diskusi Interaktif: Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” yang diselenggarakan AIDA di sekolahnya pada Jumat (20/1/2023), Dyastono menegaskan, Islam adalah agama perdamaian yang menjunjung tinggi keadilan.”Kalau orang tidak berbuat salah, hanya kelompok mereka, mereka orang non-muslim datang ke sini, mereka tidak salah kemudian kena akibatnya dari ulah kita. Berarti kan tidak adil. Islam bukan begitu,” katanya.

Baca juga Makna Ketangguhan Menurut Pelajar Maliska

Dyastono menyambut baik misi AIDA yang ingin terlibat dalam pembangunan perdamaian. Misi itu selaras dengan ajaran Islam yang mendorong umatnya agar menjadi pribadi yang bermanfaat dan bermaslahat bagi orang lain, bukan sebaliknya. “Orang Islam menghargai tetangga, memuliakan tamu, menghormati yang lebih tua. Namun dalam pengamalan, hari ini kita ada referensi tambahan,” katanya mengapresiasi kehadiran AIDA.

Dalam kesempatan ini, para peserta diajak menyimak kisah ketangguhan para penyintas aksi terorisme serta mantan pelaku ekstremisme kekerasan yang telah bertobat. Ketangguhan penyintas tampak pada semangatnya bangkit dari keterpurukan akibat peristiwa terorisme. Sementara mantan pelaku menunjukkan ketangguhan dengan pertobatannya dari jalan kekerasan. Kedua pihak kini aktif  mengampanyekan perdamaian dan semangat ketangguhan kepada generasi muda.

Baca juga Menguatkan Karakter Tangguh Pelajar MAN 2 Surakarta

Dyastono berharap, pengetahuan yang disampaikan AIDA bisa lebih mencerahkan anak-anak didiknya. “Bukan sebaliknya, tadinya tidak berpikir tentang teroris, tidak berpikir tentang mencelakakan orang lain, setelah tahu informasi malah punya ide ke sana. Maka diskusi dan penguatan maksud Indonesia damai dari tim AIDA sangat kami harapkan,” katanya memungkasi sambutan. [MLM/MSY]

Baca juga Menempa Ketangguhan Siswa SMAN 5 Surakarta

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang...

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita untuk mendekam dibalik jeruji besi. Sebab kehidupan menjalani hukuman di dalam penjara sangat tidak ideal dan tidak mengenakan. Harapan tersebut disampaikan mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ketua PBNU, dan Staf Ahli Menteri HAM RI Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 25 Mei 2026 Idul Adha sebagai salah satu hari raya umat Islam merupakan momentum penting yang kehadirannya membawa pesan spiritual. Idul...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono mengaku takut dan kesal saat pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme dalam kegiatan yang difasilitasi AlDA. Bahkan, ia juga mengaku menjaga jarak dengan mantan pelaku. “Saya pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme itu ada rasa takut. Ada...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang dipublikasikan pada 20 Mei 2026 Problem utama pembangunan pendidikan di Indonesia adalah kesenjangan antara voices (apa yang disuarakan) dan choices (apa yang dipilih sebagai kebijakan). Semua orang bersepakat menyuarakan peran penting pendidikan bagi kemajuan bangsa. Namun, pilihan...

Takut dan Takjub Ketika Bertemu Korban

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan mengaku takut dan takjub saat dirinya bertemu dengan korban terorisme yang difasilitasi oleh AIDA. Menurut dia, ketakutannya sebagai hal yang wajar karena ia merasa bersalah sebagai bagian dari jaringan terorisme yang melakukan pengeboman dan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka....

Tak Ada Kemajuan Tanpa Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Negara yang tidak maju peradaban dan ekonominya karena kedamaian tidak terwujud di negara tersebut. Negara yang tak tercipta kedamaian maka ekonominya pun hancur. Demikian dinyatakan mantan pelaku terorisme Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMA Tahfidz Al Izzah Samarinda,...

Guru Bergerak

Oleh Iman Zanatul Haeri, Guru, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 17 Mei 2026 Saat ini seluruh masyarakat di Indonesia menyadari bahwa para guru terus mengalami masa-masa sulit. Martabatnya dipertaruhkan oleh ancaman penahanan tanpa toleransi kesalahan, dihina oleh gaji tidak seberapa...

Luka yang Melepaskan: 8 Tahun Berdiri karena Rahmat-Nya

Tuhan tidak menghapus lukaku, tetapi Ia membuat luka itu tidak lagi menguasai aku 13 Mei 2018-13 Mei 2026, delapan tahun peristiwa iman itu telah berlalu begitu cepat. Begitu banyak pemaknaan yang aku dapatkan dari peristiwa itu hingga saat ini, mulai dari apa itu arti keluarga sesungguhnya, arti kerendahan...

Pengalaman Menjadi Duta Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Kurnia Widodo mengaku senang bisa mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam jaringan terorisme seperti pengalaman dirinya di masa lalu. “Saya merasa plong (lega) saat menjadi duta perdamaian karena dahulu saya merasa banyak salah. Dengan menjadi duta perdamaian saya seperti membayar...

Menangani Pelajar yang Terpapar Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme Kurnia Widodo mengingatkan para pelajar untuk mewaspadai ideologi ekstremisme. Menurut dia, ada fakta pelajar yang baru lulus SMA menjadi pelaku pengeboman dan penyerangan pendeta di Gereja Katolik St. Yoseph Kota Medan, Sumatera Utara, pada 28 Agustus 2016 silam. “Pelajar yang terpapar ideologi...

Pelajar Diingatkan Mewaspadai Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengingatkan para pelajar atau generasi muda untuk senantiasa waspada dan berhati-hati dengan pemikiran ekstremisme. Menurut dia, ideologi ekstremisme bisa menyebar atau mempengaruhi siapa saja. “Hati-hati ya kalian. Pemikiran ekstremisme...

Pendidikan untuk Merawat Hak Hidup

Oleh Ernest Pugiye, Penulis adalah Guru pada SMAN 1 Dogiyai Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 09 Mei 2026. Pendidikan adalah ruang paling dasar untuk manusia belajar menghargai kehidupan. Pendidikan menjadi jalan kemanusiaan yang menuntun manusia untuk menjaga martabat dan hak hidup sesama. Dalam konteks Papua,...