HomeOpiniUmat Merindukan Akhlak Rasulullah...

Umat Merindukan Akhlak Rasulullah SAW

Oleh: KH Agoes Ali Masyhuri,
Pengasuh Pesantren Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo, Jawa Timur

Hidup ini memang sulit. Hanya orang berjiwa pemalaslah yang mengharapkan hidup mudah tanpa kerja dan usaha. Ketahuilah, penyebab kegagalan terbesar dalam hidup adalah ketidaktahuan terhadap diri sendiri dan terus fokus pada hal-hal di luar diri kita.

Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah Muhammad Saw bersabda, ”Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” (HR Baihaqi)

Hadis ini menunjukkan dengan tegas bahwa misi utama Rasulullah Saw adalah memperbaiki akhlak manusia. Beliau melaksanakan misi tersebut dengan cara menghiasi dirinya dengan berbagai akhlak yang mulia dan menganjurkan agar umatnya senantiasa menerapkan akhlak tersebut dalam kehidupannya sehari-hari.

Baca juga Merenungi Pesantren dan Kekerasan di Dalamnya

Bahkan, secara tegas beliau menyatakan bahwa kualitas iman seseorang itu dapat diukur dengan akhlak yang ditampilkannya. Itu berarti semakin bagus kualitas iman seseorang, akan semakin baik pula akhlaknya. Dengan kata lain, akhlak seseorang yang jelek merupakan pertanda bahwa imannya tidak bagus.

Jika misi utama Rasulullah saw adalah menyempurnakan kemuliaan akhlak, proses pendidikan seyogianya diarahkan menuju terbentuknya pribadi dan umat yang berakhlak mulia. Hal ini sesuai dengan penegasan Allah SWT bahwa Nabi Saw adalah teladan utama bagi umat manusia. Sejalan dengan pesan Allah Swt pada surah Al-Ahzab ayat 21, ”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS Al-Ahzab: 21)

Baca juga Menekan Perilaku Bullying

Allah Swt telah berfirman, ”Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.” (QS Ali Imran: 159)

Allah memuji akhlak Rasulullah dan sifat-sifatnya yang selalu bersikap lemah lembut dan tidak bersikap keras terhadap para pengikutnya. Serta memaafkan dan meminta ampunan bagi mereka atas kesalahan-kesalahan mereka. Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad Saw agar bermusyawarah dalam segala urusan. Di dalam melaksanakan hasil-hasil musyawarah agar bertawakal kepada Allah.

Baca juga Kiat Menuju Hidup Bahagia

Jika seseorang memperoleh pertolongan Allah, tidak ada seorang pun yang dapat menghalangi. Begitu juga sebaliknya, siapa yang mendapat kemurkaan Allah, tidak seorang pun yang dapat membelanya.

Ketahuilah! Sejarah telah mencatat dan fakta berbicara, barang siapa mengandalkan kepada selain Allah, niscaya Allah akan membinasakannya di tangan makhluk-Nya yang paling lemah. Sama seperti orang Habasyah yang mengandalkan kekuatan gajahnya untuk menghancurkan Kakbah, lalu Allah membinasakannya dengan sekawanan burung ababil.

Baca juga Idul Fitri dan Moralitas Bernegara

Hal ini sejalan dengan firman Allah pada surah Al-Fil, ”Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Kakbah) itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).” (QS Al-Fil: 1–5)

Begitu juga Allah Swt berfirman, ”Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS Ath-Thalaq: 3)

Baca juga Berkah Idul Fitri dan Perubahan Sosial

Penting meyakini karena keyakinan melebihi ilmu pengetahuan bahwa tawakal kepada Allah dan menyerahkan urusan kepada-Nya dapat menyelamatkan dari semua bahaya. Ketika dilemparkan ke panggangan api, Nabi Ibrahim as berkata, ”Aku cukup meminta kepada Allah Yang Maha Mengetahui keadaanku.”

Urgensi Kelembutan dan Kasih Sayang

Jangan siksa diri Anda dengan mencari-cari masalah untuk diperbincangkan dan dibesar-besarkan yang menyebabkan pusing dan mumet. Jika Anda menghadapi orang pelit dan suka menggunjing, tetaplah baik dengannya. Larilah dari keadaan itu dengan cara yang baik dan tidak melukai orang lain.

Dari Anas bin Malik ra bahwa Rasulullah Saw bersabda, ”Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (Muttafaq ’alaih)

Baca juga Merindukan Kebiasaan Membaca Buku di Mana Saja

Hadis ini mengandung pelajaran, keimanan tidak akan kokoh dan mengakar di hati seorang muslim kecuali jika ia menjadi manusia yang baik, menghindari egoisme, rasa dendam, kebencian, dan kedengkian. Ia menghendaki kebaikan dan kebahagiaan untuk orang lain, sebagaimana ia menginginkan kebaikan dan kebahagiaan itu untuk dirinya sendiri.

Kebaikan yang telah menjadi kebiasaan akan berubah menjadi karakter yang menyatu dengan darah dan akal. Barang siapa hidup untuk orang lain pasti melelahkan, tapi ia akan hidup menjadi orang besar dan mati menjadi orang besar. Semoga bermanfaat.

*Artikel ini terbit di jawapos.com, Kamis 2 28 September 2023

Baca juga Selepas Ramadhan Berlalu

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang...

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita untuk mendekam dibalik jeruji besi. Sebab kehidupan menjalani hukuman di dalam penjara sangat tidak ideal dan tidak mengenakan. Harapan tersebut disampaikan mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ketua PBNU, dan Staf Ahli Menteri HAM RI Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 25 Mei 2026 Idul Adha sebagai salah satu hari raya umat Islam merupakan momentum penting yang kehadirannya membawa pesan spiritual. Idul...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono mengaku takut dan kesal saat pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme dalam kegiatan yang difasilitasi AlDA. Bahkan, ia juga mengaku menjaga jarak dengan mantan pelaku. “Saya pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme itu ada rasa takut. Ada...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang dipublikasikan pada 20 Mei 2026 Problem utama pembangunan pendidikan di Indonesia adalah kesenjangan antara voices (apa yang disuarakan) dan choices (apa yang dipilih sebagai kebijakan). Semua orang bersepakat menyuarakan peran penting pendidikan bagi kemajuan bangsa. Namun, pilihan...

Takut dan Takjub Ketika Bertemu Korban

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan mengaku takut dan takjub saat dirinya bertemu dengan korban terorisme yang difasilitasi oleh AIDA. Menurut dia, ketakutannya sebagai hal yang wajar karena ia merasa bersalah sebagai bagian dari jaringan terorisme yang melakukan pengeboman dan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka....

Tak Ada Kemajuan Tanpa Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Negara yang tidak maju peradaban dan ekonominya karena kedamaian tidak terwujud di negara tersebut. Negara yang tak tercipta kedamaian maka ekonominya pun hancur. Demikian dinyatakan mantan pelaku terorisme Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMA Tahfidz Al Izzah Samarinda,...

Guru Bergerak

Oleh Iman Zanatul Haeri, Guru, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 17 Mei 2026 Saat ini seluruh masyarakat di Indonesia menyadari bahwa para guru terus mengalami masa-masa sulit. Martabatnya dipertaruhkan oleh ancaman penahanan tanpa toleransi kesalahan, dihina oleh gaji tidak seberapa...

Luka yang Melepaskan: 8 Tahun Berdiri karena Rahmat-Nya

Tuhan tidak menghapus lukaku, tetapi Ia membuat luka itu tidak lagi menguasai aku 13 Mei 2018-13 Mei 2026, delapan tahun peristiwa iman itu telah berlalu begitu cepat. Begitu banyak pemaknaan yang aku dapatkan dari peristiwa itu hingga saat ini, mulai dari apa itu arti keluarga sesungguhnya, arti kerendahan...

Pengalaman Menjadi Duta Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Kurnia Widodo mengaku senang bisa mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam jaringan terorisme seperti pengalaman dirinya di masa lalu. “Saya merasa plong (lega) saat menjadi duta perdamaian karena dahulu saya merasa banyak salah. Dengan menjadi duta perdamaian saya seperti membayar...

Menangani Pelajar yang Terpapar Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme Kurnia Widodo mengingatkan para pelajar untuk mewaspadai ideologi ekstremisme. Menurut dia, ada fakta pelajar yang baru lulus SMA menjadi pelaku pengeboman dan penyerangan pendeta di Gereja Katolik St. Yoseph Kota Medan, Sumatera Utara, pada 28 Agustus 2016 silam. “Pelajar yang terpapar ideologi...

Pelajar Diingatkan Mewaspadai Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengingatkan para pelajar atau generasi muda untuk senantiasa waspada dan berhati-hati dengan pemikiran ekstremisme. Menurut dia, ideologi ekstremisme bisa menyebar atau mempengaruhi siapa saja. “Hati-hati ya kalian. Pemikiran ekstremisme...

Pendidikan untuk Merawat Hak Hidup

Oleh Ernest Pugiye, Penulis adalah Guru pada SMAN 1 Dogiyai Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 09 Mei 2026. Pendidikan adalah ruang paling dasar untuk manusia belajar menghargai kehidupan. Pendidikan menjadi jalan kemanusiaan yang menuntun manusia untuk menjaga martabat dan hak hidup sesama. Dalam konteks Papua,...