HomeBeritaMencerdaskan Kehidupan Bangsa

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Aliansi Indonesia Damai- Kepala MAN 1 Kota Bima, H. Nazaruddin, mengapresiasi kegiatan Diskusi Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” yang dilaksanakan AIDA di sekolahnya, pada akhir Mei 2022 lalu. Menurut dia, kegiatan itu sesuai dengan misi pendidikan nasional.

“Kegiatan AIDA ini sesuai dengan pembukaan UUD RI 1945 alinea keempat yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Nazaruddin saat membuka kegiatan yang  diikuti oleh 75 orang anak didiknya. Menurut dia, kegiatan ini sangat penting bagi para pelajar karena nantinya akan berkaitan dengan pola hidup mereka.

Baca juga Ketangguhan Butuh Intelektualitas

“Misalnya apabila kita tertimpa musibah, kita bisa keluar dari musibah tersebut. Dan juga bisa bangkit dari keterpurukan, supaya bisa mendapatkan kebahagiaan hidup. Artinya dalam kegiatan ini tidak ada yang saling menjatuhkan, tidak ada yang saling menyalahkan, serta saling memaafkan merupakan perbuatan yang dicintai oleh Allah SWT,” ucapnya.

Ia berharap pelajaran dari kegiatan ini bisa diaplikasikan dalam kehidupan kita sehari hari, bermasyarakat dan bernegara. “Dilihat dari namanya Aliansi Indonesia Damai berarti menginginkan perdamaian, tidak ada lagi perselisihan, perpecahan, dan perbedaan di antara kita. Maka dari itu penting bagi generasi muda seperti kalian, demi kemajuan bangsa dan negara,” katanya.

Baca juga Belajar Tak Terbatas Dinding Kelas

Sementara Ketua AIDA, Hasibullah Satrawi, menjelaskan, pihaknya ingin menyebarkan nilai-nilai luhur kepada remaja melalui kegiatan ini, yaitu ketangguhan hidup melalui kisah korban terorisme dan mantan pelaku kekerasan.

Dalam hematnya, korban terorisme adalah pihak yang pernah mengalami keterpurukan, namun mereka bisa bangkit dan tidak menyerah. Sementara dari mantan pelaku terorisme, kita bisa belajar bahwa manusia pernah berbuat salah, namun manusia yang tangguh adalah yang mengakui kesalahan tersebut dan memperbaikinya.

Baca juga Menjadi Tangguh di Era Disinformasi

Para peserta mengaku sangat senang mengikuti kegiatan ini. Salah satu siswi mengungkapkan bahwa pikirannya menjadi lebih terbuka. “Sedikit demi sedikit sifat saya berubah, mampu terbuka dari kesalahan kesalahan orang lain,” tuturnya.

Peserta lain menyatakan, banyak sekali manfaat yang diperoleh dari kegiatan AIDA. “Terutama dari korban ialah saya belajar memaafkan daripada menyimpan rasa dendam, karena dendam tidak akan menyelesaikan masalah. Terkadang ketika orang melakukan kekerasan kepada kita, tidak selamanya kita membalas mereka dengan kekerasan juga,” katanya tegas. [FKR]

Baca juga Memupuk Karakter Damai

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Konten Tawuran: Ketika Kekerasan Remaja Dijual

Oleh Mochammad Wahyu Ghani, Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Artikel ini berasal...

Ikhlas dan Sabar Kunci Menghadapi Cobaan

Aliansi Indonesia Damai- “Saya sempat marah kepada Allah. Ya Allah kalau...

Ulama Penjaga Harmoni Bangsa

Indonesia merupakan bangsa yang berdiri di atas fondasi kemajemukan. Dengan ribuan...

Pancasila Selaras dengan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian umat Islam Indonesia yang mengira Pancasila...

Konten Tawuran: Ketika Kekerasan Remaja Dijual

Oleh Mochammad Wahyu Ghani, Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 04 Oktober 2026 Di sebuah ruangan LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak), dua remaja berbincang santai dengan kami para peneliti sosial BRIN yang sedang ingin menangkap permasalahan kenakalan remaja di era digital. Sebut...

Ikhlas dan Sabar Kunci Menghadapi Cobaan

Aliansi Indonesia Damai- “Saya sempat marah kepada Allah. Ya Allah kalau saya banyak dosa, masih ada-orang orang yang dosanya lebih banyak daripada saya”. Demikian ungkapan kemarahan yang pernah dialami Mulyono saat terdampak ledakan bom terorisme yang menghancurkan rahang dan melukai tubuhnya. Saat itu, 9 September 2004, bom...

Ulama Penjaga Harmoni Bangsa

Indonesia merupakan bangsa yang berdiri di atas fondasi kemajemukan. Dengan ribuan suku, bahasa, dan beragam agama, menjaga persatuan di negeri ini bukanlah perkara mudah. Sejarah mencatat bahwa dalam setiap fase kritis perjalanan bangsa (perjuangan revolusi fisik 1945-1950, berbagai pemberontakan di daerah, konflik Ambon, Poso, Sampit, Ketapang, dan...

Menjadi Bangsa Juara

Keberhasilan Tim Nasional Sepak Bola Indonesia (Timnas) menjuarai FIFA ASEAN CUP menghadirkan aneka macam rasa yang sulit digambarkan; senang, bangga, salut, bahkan sebagian orang sampai menangis. Hal ini terjadi karena Indonesia selama ini seakan sudah “dilupakan” oleh sejarah. Jangankan juara, sekadar bermimpi juara pun seakan mustahil. Persis di...

Pancasila Selaras dengan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian umat Islam Indonesia yang mengira Pancasila bertentangan dengan syariat Islam. Padahal Pancasila jauh dari kemungkinan takhaluf as-syariah Islamiyah. Demikian ditegaskan Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali dalam Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang diselenggarakan Aliansi Indonesia...

Islam Jadi Mayoritas atas Kontribusi Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Islam di Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia meski Islam tidak lahir di negeri ini. Islam menjadi mayoritas di Indonesia atas kontribusi besar para ulama terdahulu. Demikian dinyatakan Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith...

Ormas Islam Jadi Benteng Utama Perdamaian di Indonesia

Aliansi Indonesia Dami - Pakar gerakan Islam, Khamami Zada menekankan pentingnya peran ormas Islam arus utama seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, dan Alwashliyah dalam menjaga perdamaian di tengah dinamisnya lanskap ideologi global dan domestik. Hal tersebut disampaikan Khamami Zada saat menjadi narasumber Pelatihan Pembangunan Perdamaian di...

Ulama Membina Gen Z Kobarkan Jihad Digital

Aliansi Indonesia Damai– Ulama harus bergerak cepat mengambil peran strategis untuk membina generasi Z (Gen Z) agar mampu mengobarkan “jihad digital” untuk menyebarkan kedamaian. Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis saat menyampaikan keynote speech Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan...

Jihad Modern Menjaga Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis mengingatkan ulama untuk meluruskan makna jihad yang sering kali disalahartikan oleh narasi radikal di internet. Menurut dia, esensi jihad bagi Gen Z saat ini adalah jihad membela Islam dan negara dalam bingkai kedamaian....

Pentingnya Peran Ulama di Ruang Digital Gen Z

Aliansi Indonesia Damai- “Di era digital saat ini, para ulama dituntut untuk melakukan dakwah online guna membekali anak-anak kita, generasi Z dan milenial, demi meneguhkan kembali dakwah Islam Wasathiyah.” Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. M. Cholil Nafis, saat menjadi pembicara kunci...

AIDA Gelar Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Medan

Aliansi Indonesia Damai- AIDA menyelenggarakan Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama di Kota Medan, Sumatera Utara pada 16-17 September 2026. Pelatihan digelar sebagai tindak lanjut dari Halaqah Alim Ulama: “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang telah diselenggarakan di Medan pada 12 Agustus 2026 lalu. Pelatihan dimaksudkan...

Tantangan Arus Informasi Global bagi Petugas Pemasyarakatan

Aliansi Indonesia Damai- Sosiolog Universitas Indonesia Imam B. Prasodjo mengingatkan petugas pemasyarakatan terhadap tantangan arus informasi di era digital. Menurut dia, saat ini masyarakat berada dalam pusaran interaksi global dimana gelombang informasi melimpah ruah hanya dalam genggaman tangan. Imam mengatakan dampak dari banjir informasi global sangat nyata terhadap...