Suara Korban
Ikhlas Menerima Suratan Takdir
Aliansi Indonesia Damai- Niken Sri Parawani kehilangan suaminya, Dwi Data Subekti, yang menjadi korban penembakan orang tak dikenal pada 30 Agustus 2012, di Surakarta, Jawa Tengah. Dwi merupakan anggota Polsek Singosaren Surakarta yang mendapatkan jadwal dinas malam pada hari itu. Karenanya Dwi baru meninggalkan rumah sekitar jam 8 malam. Niken…
Read More »Menepis Dendam Mengikis Trauma (Bag. 2-terakhir)
Andi nekat kabur dari rumah sakit lantaran memang tak punya uang. Namun sesampainya di rumah, ia merasa lega. Pasalnya pemerintah provinsi DKI Jakarta mengumumkan akan menanggung biaya pengobatan para korban Bom Kuningan. Kelegaan itu hanya sebentar. Beberapa waktu berikutnya, ia dihinggapi perasaan bersalah karena tak bisa membantu para korban yang…
Read More »Menepis Dendam Mengikis Trauma (Bag. 1)
Aliansi Indonesia Damai- Andi (48 tahun) mengaku pernah sangat marah dan dendam terhadap para pelaku pengeboman di depan kantor Kedubes Australia, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, 9 September 2004. Bukan pasal luka yang dideritanya, tapi kecewa lantaran tak bisa mengevakuasi para korban yang meminta pertolongan padanya. “Dalam hati saya bilang, ‘Maaf…
Read More »Pesan Pamungkas Korban Bom Kuningan (Bag. 2-Terakhir)
Rudi Gunadi pernah melangitkan doa untuk Mutia, “Ya Allah jadikanlah anak saya manusia yang besar.“ Usia Mutia di dunia memang tak panjang, segala cita-citanya pun pupus, tapi Rudi merasa doanya dikabulkan. Ketika jenazah Mutia tiba di kampung neneknya kawasan Setiabudi Kuningan, Selasa dini hari 26 Oktober 2004, ratusan warga memenuhi…
Read More »Pesan Pamungkas Korban Bom Kuningan (Bag. 1)
“Aku nggak bisa tidur. Mimpiku seram-seram. Kalau aku meninggal, tolong baju sekolahku kasih ke orang miskin. Ini (bulan) puasa. Tolong bayarin fidiah aku 10 hari. Aku juga punya anak asuh sama teman-teman, tolong dibantu.” Rudi Gunadi masih mengingat jelas kata-kata yang disampaikan putri sulungnya, Mutia Rahmani Amalia, kala menjalani perawatan…
Read More »Berdamai dengan Trauma:
Kebangkitan Penyintas Bom Thamrin (Bag. Terakhir)Andin mengaku minder dengan kondisi dirinya. Akibat musibah pengeboman yang menimpanya, ia tak bisa menjadi pribadi mandiri. Jangankan kembali bekerja, untuk berjalan saja susah. Tidur pun harus ditemani. Tubuhnya yang penuh luka akan terlihat berbeda dengan perempuan-perempuan lain. “Saya akhirnya ke psikiater. Saya ingat, diminta untuk minum obat, karena ini…
Read More »Berdamai dengan Trauma:
Kebangkitan Penyintas Bom Thamrin (Bag. II)“Saya diminta untuk dirawat di rumah sakit. Tetapi saya tetap tidak mau. Saya dibujuk oleh orang-orang yang ada di situ, termasuk Kapolsek, dokter, kakak untuk dirawat di rumah sakit. Saya merasa tempat teraman adalah di rumah bersama keluarga,” ucap Andin. Meski mengalami dampak serius akibat ledakan bom, Andin keukeuh pulang…
Read More »Berdamai dengan Trauma:
Kebangkitan Penyintas Bom Thamrin (Bag. 1)“Trauma bukan salah saya, tapi sembuh adalah tanggung jawab saya,” ucap Andi Dina Noviana memungkasi kisahnya di hadapan puluhan petugas lembaga pemasyarakatan dari berbagai daerah di Indonesia. Andi Dina Noviana atau Andin, penyintas Bom Thamrin 2016, menuturkan musibah yang menimpanya dan ikhtiar penyembuhan dirinya, secara fisik maupun psikis, dalam Pelatihan…
Read More »Sepenggal Kisah Penyintas Bom Thamrin, Deni Mahieu:
Mensyukuri Kesempatan Hidup KeduaEnam tahun telah berlalu. Awal tahun 2016 menjadi kenangan suram bagi bangsa Indonesia. 14 Januari 2016, ledakan bom dan aksi baku tembak terjadi di kawasan Jalan Thamrin, Jakarta. Aksi teror ini diawali aksi bom bunuh diri di kedai kopi Starbucks, Theater Djakarta. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 10.39 WIB. Kedai…
Read More »Kisah Inspiratif Korban Bom Bali 2002
I Gede Budiarta: Bangkit Melawan Trauma untuk Menggapai Kepercayaan DiriAliansi Indonesia Damai – Terorisme selalu lekat dengan kehilangan, kehancuran, dan penderitaan bagi para korbannya. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, banyak korban terorisme yang justru mengalami penderitaan berlipat akibat peristiwa nahas yang menimpanya. Begitu pula yang dialami oleh I Gede Budiarta, korban Bom Bali I yang terjadi pada 12 Oktober…
Read More »










