HomeBeritaImam Prasodjo: Gerakan Perdamaian...

Imam Prasodjo: Gerakan Perdamaian Harus Dikuatkan

Aliansi Indonesia Damai- Para alim ulama pendiri bangsa dinilai telah mewariskan pembangunan perdamaian yang begitu besar untuk Indonesia. Gerakan perdamaian diharapkan terus dikuatkan di tengah masyarakat Indonesia yang sangat beragam.

Hal itu disampaikan Sosiolog Universitas Indonesia, Imam B. Prasodjo, saat memberikan pengantar dalam acara “Halaqah Alim Ulama: Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan Ibroh” yang digelar AIDA bekerjasama dengan Lembaga Dakwah Khusus (LDK) PP Muhammadiyah dan Program Doktor Politik Islam-Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (24/9).

Baca juga Motivasi Kebangkitan dari Korban Bom

Hadir sejumlah narasumber, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, mantan pelaku terorisme Ali Fauzi Manzi, penyintas Bom Bali 2002 Hayati Eka Laksmi, Program Doktor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Zuly Qodir, dan Ketua Yayasan AIDA Hasibullah Satrawi.

Menurut Imam, gerakan perdamaian sejatinya telah dicontohkan oleh para alim ulama, selanjutnya adalah tugas generasi penerus bangsa untuk melanjutkannya. “Gerakan perdamaian yang selama ini sudah dicontohkan oleh KH Ahmad Dahlan, para ulama, dan kita menjadi bagian dari pewaris, harus diaktifkan lagi secara lebih kuat,” ujarnya.

Baca juga Korban Masa Lalu Diimbau Ajukan Kompensasi

Ia melanjutkan, berbagai konflik yang masih cukup sering terjadi di Indonesia, salah satu akar persoalannya adalah adanya ketidakadilan. “Konflik-konflik yang seringkali tidak terlihat dan memakan begitu banyak korban, itu justru karena adanya dan merebaknya ketidakadilan yang seringkali mengorbankan orang tanpa bisa dilihat secara kasat mata,” katanya.

Kendati demikian, berbagai ketidakadilan yang ada tidak bisa diselesaikan dengan ketidakadilan serupa. Namun akar penyelesaian konflik adalah dengan perjuangan terus-menerus menegakkan keadilan di berbagai sektor. “Perlawanan yang paling dahsyat terhadap upaya-upaya penindasan yang menimbulkan konflik, adalah dengan keadilan,” ungkap Imam dihadapan lebih seratus tokoh agama yang hadir secara virtual itu.

Baca juga Beban Ganda Korban Terorisme

Ia berharap para alim ulama dapat memperkuat gerakan perdamaian di Indonesia. Terlebih, di tengah keragaman masyarakat Indonesia yang begitu besar, potensi terjadinya konflik pun akan selalu ada. “Karena itu, gerakan-gerakan perdamaian harus dilanjutkan, harus lintas sektoral, lintas suku dan komunitas. Apalagi bangsa kita adalah bangsa yang sangat beragam, etnik, suku, agama, kelas dan bahkan keragaman bangsa-bangsa,” tuturnya.

Ia menambahkan, perjuangan menegakkan keadilan selaras dengan spirit dan nilai-nilai ajaran Islam yang menekankan umatnya untuk dapat memberikan rahmat bagi semesta, tanpa pandang bulu dan latar belakang seseorang. “Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin harus dibuktikan lebih jauh manfaatnya dan memberikan rahmat kepada bangsa Indonesia, siapapun mereka,” pungkasnya.[AH]

Baca juga 16 Tahun Bom Kuningan: Harapan Damai Penyintas

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Pengalaman Menjadi Duta Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Kurnia Widodo mengaku senang bisa...

Menangani Pelajar yang Terpapar Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme Kurnia Widodo mengingatkan para pelajar...

Pelajar Diingatkan Mewaspadai Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung...

Pendidikan untuk Merawat Hak Hidup

Oleh Ernest Pugiye, Penulis adalah Guru pada SMAN 1 Dogiyai Artikel ini...

Pengalaman Menjadi Duta Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Kurnia Widodo mengaku senang bisa mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam jaringan terorisme seperti pengalaman dirinya di masa lalu. “Saya merasa plong (lega) saat menjadi duta perdamaian karena dahulu saya merasa banyak salah. Dengan menjadi duta perdamaian saya seperti membayar...

Menangani Pelajar yang Terpapar Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme Kurnia Widodo mengingatkan para pelajar untuk mewaspadai ideologi ekstremisme. Menurut dia, ada fakta pelajar yang baru lulus SMA menjadi pelaku pengeboman dan penyerangan pendeta di Gereja Katolik St. Yoseph Kota Medan, Sumatera Utara, pada 28 Agustus 2016 silam. “Pelajar yang terpapar ideologi...

Pelajar Diingatkan Mewaspadai Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengingatkan para pelajar atau generasi muda untuk senantiasa waspada dan berhati-hati dengan pemikiran ekstremisme. Menurut dia, ideologi ekstremisme bisa menyebar atau mempengaruhi siapa saja. “Hati-hati ya kalian. Pemikiran ekstremisme...

Pendidikan untuk Merawat Hak Hidup

Oleh Ernest Pugiye, Penulis adalah Guru pada SMAN 1 Dogiyai Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 09 Mei 2026. Pendidikan adalah ruang paling dasar untuk manusia belajar menghargai kehidupan. Pendidikan menjadi jalan kemanusiaan yang menuntun manusia untuk menjaga martabat dan hak hidup sesama. Dalam konteks Papua,...

Penyesalan Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengaku menyesal dahulu pernah bergabung dalam jaringan kelompok teroris. Andai waktu bisa diputar kembali, ia tak ingin menjadi bagian jaringan tersebut. “Saya kadang suka berpikir seandainya waktu bisa diputar...

Mendakwahkan Islam Rahmatan lil Alamin

Aliansi Indonesia Damai- Eks kombatan konflik Ambon, Maluku dan Poso, Sulawesi Tengah, Iswanto mengaku dirinya sekarang menjadi duta perdamaian yang mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat termasuk anak didiknya di pesantren. Ia menyampaikan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. “Saya menyampaikan kepada rekan-rekan yang dulu bahwa Islam itu rahmatan lil...

Menjaga Relevansi Program Studi lewat Transformasi

Oleh Alim Setiawan Slamet, Rektor IPB University Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 04 Mei 2026 Setiap tahun perguruan tinggi Indonesia meluluskan sekitar 1,9 juta sarjana. Namun, banyak di antaranya kesulitan mencari pekerjaan yang sesuai. Wacana penataan program studi yang dilontarkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek)...

Mengajak Kembali ke Jalan Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Iswanto, eks kombatan konflik Ambon, Maluku dan Poso, Sulawesi Tengah mengaku ia bersama rekan-rekannya di komunitas Yayasan Lingkar Perdamaian aktif merangkul dan mengajak mereka yang masih berpemikiran ekstrem untuk kembali ke jalan perdamaian. “Saya berusaha supaya mereka tidak melakukan aksi kekerasan lagi, bahkan yang masih...

Tantangan Mantan Amir JAD Kembali ke Jalan Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengaku menerima banyak tantangan saat hijrah dari pemikiran ekstrem ke pemikiran moderat (wasathiyah) dan kembali ke jalan perdamaian. “Dahulu kami terjerumus ke pemikiran radikal, terus kembali atau berubah pemikirannya,...

Takfir Harus Berdasarkan Dalil Alquran

Aliansi Indonesia Damai- Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery, mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, mengaku dirinya pernah keliru dalam menetapkan vonis kafir (takfir) kepada orang atau kelompok lain yang memiliki pemahaman kegamaan berseberangan dengan dirinya maupun kelompoknya. Menurut dia, kelompok Jamaah Ansharud...

Memaknai Ulang Hari Kartini: Kesetaraan adalah Rasa Aman

Oleh Dina Diana, Pengajar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 20 April 2026 Setiap tahun kita merayakan Hari Kartini dengan semangat emansipasi, pendidikan, dan kemajuan perempuan. Di hari itu kita mengenang keberanian Ibu Kartini dalam mengekspresikan idenya tentang dunia yang lebih adil untuk...

Bersyukur Diberi Kesempatan Kedua

Aliansi Indonesia Damai- Andi Dina Noviana, penyintas bom terorisme Thamrin 2016, mengaku sangat bersyukur diberikan kesempatan kedua oleh Allah Swt. Meski tubuhnya terluka akibat terkena ledakan bom terorisme namun ia masih bisa selamat dan sembuh. Rasa bersyukur itu juga yang mendorongnya untuk bangkit dari keterpurukan akibat aksi...