HomeBeritaTangguh Menjaga Perdamaian

Tangguh Menjaga Perdamaian

Pohon kelapa warnanya coklat
Daunnya panjang melambai-lambai
Generasi muda kuat dan hebat
Mari ciptakan Indonesia damai

Aliansi Indonesia Damai- Sebait pantun disampaikan oleh siswa SMAN 3 Bandar Lampung dalam  kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama menjadi Generasi Tangguh” yang dihelat AIDA secara daring pada Senin (16/11/2020). Sang siswa lantas mengajak rekan-rekannya turut andil mewujudkan perdamaian di bumi pertiwi.

Senada dengan anak didiknya, Cindy Khalisa, guru SMAN 3 Bandar Lampung, yang mendampingi para siswa dalam kegiatan tersebut juga menyampaikan harapan agar para siswanya kelak dapat menjadi generasi tangguh yang tidak terlibat dalam aksi-aksi kekerasan dan anarkistis.

Baca juga Direktur AIDA: Wujudkan Generasi Muda Tangguh

Salah satu narasumber yang dihadirkan AIDA dalam kegiatan ini adalah Kurnia Widodo, mantan narapidana terorisme yang telah bertobat dan bersyiar mengkampanyekan perdamaian bersama AIDA. Ia menjelaskan narasi-narasi yang membuatnya terjerat masuk dalam kelompok ekstremisme kekerasan.

Salah satu narasi yang menarik adalah ketidakadilan dan kezaliman yang menimpa umat muslim di belahan negeri lain. Dari situ Kurnia terprovokasi untuk membalasnya. Narasi itu kerap dibumbui dengan kebencian dan hoaks.

Selain itu kelompok ekstremis juga menjanjikan tentang kehidupan yang lebih baik dalam naungan khilafah.  Apabila khilafah berdiri, maka akan tercipta kesejahteraan.  Segala bentuk riba akan hilang. “Pada kenyataannya, khilafah yang dibentuk mereka (ISIS: red) justru sangat buruk dan lebih parah kondisinya daripada Indonesia,” ujar Kurnia.

Baca juga Pelajar Lampung Belajar dari Penyintas

Menurut Kurnia kelompok ekstremis merasa paling benar dalam bertauhid dan meyakini bahwa hanya kelompok mereka yang paling benar. Walhasil mereka beranggapan bahwa masyarakat pada umumnya tidak bertauhid secara benar.

Kurnia lantas membagikan tips agar generasi muda terhindar dari kelompok ekstremis. Menurut dia, berteman juga membutuhkan kehati-hatian, karena dari pengalamannya, ia masuk ke dalam jaringan atas ajakan teman.

Kemudian anak muda harus bersikap kritis terhadap setiap informasi dan doktrin. “Budayakan berpikir kritis, tidak sekadar percaya begitu saja. Kita harus tabayyun, apakah informasi itu benar atau tidak dengan membandingkan dengan ustaz atau referensi lain,” katanya.

Baca juga Menjauhi Ajaran Kekerasan

Lebih jauh Kurnia mengajak para peserta untuk bersyukur hidup di Indonesia yang  aman dan damai. Meskipun ada ajakan untuk melakukan kekerasan atau kerusakan, tapi apabila memiliki rasa syukur, maka tidak akan mudah untuk tertarik.

Usai mendengar paparan Kurnia, salah seorang siswa mengaku mendapatkan pelajaran tentang pentingnya menjadi generasi tangguh yang mau memperbaiki kesalahan di masa lalu. “Apabila kita berada di jalan yang salah, maka kita harus terus berusaha untuk keluar dan terus semangat berikhtiar untuk memperbaiki diri,” ucapnya. [FL]

Baca juga Dialog Pelajar Lampung dengan Mantan Ekstremis

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Ulama Penjaga Harmoni Bangsa

Indonesia merupakan bangsa yang berdiri di atas fondasi kemajemukan. Dengan ribuan...

Pancasila Selaras dengan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian umat Islam Indonesia yang mengira Pancasila...

Islam Jadi Mayoritas atas Kontribusi Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Islam di Indonesia menjadi salah satu yang terbesar...

Ormas Islam Jadi Benteng Utama Perdamaian di Indonesia

Aliansi Indonesia Dami - Pakar gerakan Islam, Khamami Zada menekankan pentingnya...

Ulama Penjaga Harmoni Bangsa

Indonesia merupakan bangsa yang berdiri di atas fondasi kemajemukan. Dengan ribuan suku, bahasa, dan beragam agama, menjaga persatuan di negeri ini bukanlah perkara mudah. Sejarah mencatat bahwa dalam setiap fase kritis perjalanan bangsa (perjuangan revolusi fisik 1945-1950, berbagai pemberontakan di daerah, konflik Ambon, Poso, Sampit, Ketapang, dan...

Menjadi Bangsa Juara

Oleh Hasibullah Satrawi, Penulis adalah pecinta Timnas Indonesia. Keberhasilan Tim Nasional Sepak Bola Indonesia (Timnas) menjuarai FIFA ASEAN CUP menghadirkan aneka macam rasa yang sulit digambarkan; senang, bangga, salut, bahkan sebagian orang sampai menangis. Hal ini terjadi karena Indonesia selama ini seakan sudah “dilupakan” oleh sejarah. Jangankan juara,...

Pancasila Selaras dengan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian umat Islam Indonesia yang mengira Pancasila bertentangan dengan syariat Islam. Padahal Pancasila jauh dari kemungkinan takhaluf as-syariah Islamiyah. Demikian ditegaskan Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali dalam Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang diselenggarakan Aliansi Indonesia...

Islam Jadi Mayoritas atas Kontribusi Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Islam di Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia meski Islam tidak lahir di negeri ini. Islam menjadi mayoritas di Indonesia atas kontribusi besar para ulama terdahulu. Demikian dinyatakan Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith...

Ormas Islam Jadi Benteng Utama Perdamaian di Indonesia

Aliansi Indonesia Dami - Pakar gerakan Islam, Khamami Zada menekankan pentingnya peran ormas Islam arus utama seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, dan Alwashliyah dalam menjaga perdamaian di tengah dinamisnya lanskap ideologi global dan domestik. Hal tersebut disampaikan Khamami Zada saat menjadi narasumber Pelatihan Pembangunan Perdamaian di...

Ulama Membina Gen Z Kobarkan Jihad Digital

Aliansi Indonesia Damai– Ulama harus bergerak cepat mengambil peran strategis untuk membina generasi Z (Gen Z) agar mampu mengobarkan “jihad digital” untuk menyebarkan kedamaian. Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis saat menyampaikan keynote speech Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan...

Jihad Modern Menjaga Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis mengingatkan ulama untuk meluruskan makna jihad yang sering kali disalahartikan oleh narasi radikal di internet. Menurut dia, esensi jihad bagi Gen Z saat ini adalah jihad membela Islam dan negara dalam bingkai kedamaian....

Pentingnya Peran Ulama di Ruang Digital Gen Z

Aliansi Indonesia Damai- “Di era digital saat ini, para ulama dituntut untuk melakukan dakwah online guna membekali anak-anak kita, generasi Z dan milenial, demi meneguhkan kembali dakwah Islam Wasathiyah.” Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. M. Cholil Nafis, saat menjadi pembicara kunci...

AIDA Gelar Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Medan

Aliansi Indonesia Damai- AIDA menyelenggarakan Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama di Kota Medan, Sumatera Utara pada 16-17 September 2026. Pelatihan digelar sebagai tindak lanjut dari Halaqah Alim Ulama: “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang telah diselenggarakan di Medan pada 12 Agustus 2026 lalu. Pelatihan dimaksudkan...

Tantangan Arus Informasi Global bagi Petugas Pemasyarakatan

Aliansi Indonesia Damai- Sosiolog Universitas Indonesia Imam B. Prasodjo mengingatkan petugas pemasyarakatan terhadap tantangan arus informasi di era digital. Menurut dia, saat ini masyarakat berada dalam pusaran interaksi global dimana gelombang informasi melimpah ruah hanya dalam genggaman tangan. Imam mengatakan dampak dari banjir informasi global sangat nyata terhadap...

Membangun Kohesi Sosial Melalui “Seni Bercinta”

Aliansi Indonesia Damai- Kunci keberhasilan pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme terletak pada kemampuan menyentuh hati mereka guna membangun hubungan yang konstruktif. Demikian disampaikan sosiolog Universitas Indonesia Imam B. Prasodjo saat menjadi pembicara kunci (keynote speaker) Pelatihan Penguatan Perspektif Korban Terorisme bagi Petugas Pemasyarakatan yang diselenggarakan...

Pentingnya Peran Multitasking dan Seni Berinteraksi

Aliansi Indonesia Damai- Sosiolog Universitas Indonesia, Imam B. Prasodjo menekankan pentingnya peran multitasking dan seni berinteraksi bagi petugas pemasyarakatan dalam menangani warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme. Para petugas di lapangan menghadapi beban berat dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, petugas lapas setiap hari harus menghadapi ratusan, bahkan ribuan...