HomePilihan RedaksiPeringatan Korban Terorisme, Momen...

Peringatan Korban Terorisme,
Momen Membangun Masa Depan yang Damai

Menjadi korban dari aksi terorisme bagi para korban sendiri mungkin ibarat tertimpa bencana alam. Kejadiannya sungguh tak terduga. Siapa pun tak ada yang sigap menerimanya. Andai nyawa tak melayang, luka fisik dan psikis hampir pasti mendera.

Miris! Di tengah ketidakberdayaan korban melalui masa-masa kritis antara hidup dan mati, perhatian masyarakat bahkan negara sering tak cukup membantu. Para korban acap merasa terabaikan di tengah ingar massa meributkan peristiwanya, bagaimana kedahsyatan bom ketika meledak, bagaimana aksi aparat meringkus pelaku, dan sebagainya. Seiring waktu isu berlalu, atensi media dan masyarakat terhadap korban paling sebatas angka yang muncul di running text. Bahwa yang menjadi korban akibat serangan teror tempo hari sekian orang tewas dan sejumlah lainnya dirawat di rumah sakit. Bagaimana nasib keluarga mereka, apa kabar anak-anak korban yang menjadi yatim dan piatu dari aksi teror, sangat jarang terdengar atau diulas menjadi suguhan mendidik bagi masyarakat.

Baca juga Haji Duta Perdamaian

Warga global pasti mengutuk keras aksi terorisme. Akan tetapi, hak-hak para korban serta kisah perjuangan mereka masih minim disuarakan. Pengalaman di negara kita, hak-hak korban terorisme telah lama tertera dalam dokumen resmi negara, namun implementasinya jauh dari kata lancar. Sebagai contoh, hak kompensasi, yakni ganti rugi tunai dari negara kepada korban terorisme yang baru bisa diberikan belasan tahun sejak Undang-Undang Anti-terorisme disahkan.

Upaya mensyiarkan dan menyuarakan kisah korban kepada khalayak luas, apalagi, rasanya masih belum digarap serius oleh negara. Padahal, berdasarkan temuan Aliansi Indonesia Damai (AIDA), kisah korban cukup efektif untuk menguatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga perdamaian. Suara korban, disandingkan dengan testimoni mantan pelaku terorisme, menjadi narasi kuat untuk menjamin pembangunan perdamaian di Indonesia.

Baca juga Tajuk Idul Fitri Menjadi Pribadi Pemenang

Mulai enam tahun lalu, 21 Agustus diresmikan sebagai Hari Internasional Peringatan dan Penghormatan bagi Korban Terorisme, berdasarkan resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Nomor 72/165 (2017). Momentum ini penting disadari oleh masyarakat bahwa perdamaian adalah prasyarat terciptanya peradaban manusia yang maju. Perdamaian adalah kunci bagi masa depan umat manusia yang makmur dan bermartabat.

Baca juga Obituari Buya Syafi’i: Selamat Jalan, Sang Pencerah!

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Ulama Penjaga Harmoni Bangsa

Indonesia merupakan bangsa yang berdiri di atas fondasi kemajemukan. Dengan ribuan...

Pancasila Selaras dengan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian umat Islam Indonesia yang mengira Pancasila...

Islam Jadi Mayoritas atas Kontribusi Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Islam di Indonesia menjadi salah satu yang terbesar...

Ormas Islam Jadi Benteng Utama Perdamaian di Indonesia

Aliansi Indonesia Dami - Pakar gerakan Islam, Khamami Zada menekankan pentingnya...

Ulama Penjaga Harmoni Bangsa

Indonesia merupakan bangsa yang berdiri di atas fondasi kemajemukan. Dengan ribuan suku, bahasa, dan beragam agama, menjaga persatuan di negeri ini bukanlah perkara mudah. Sejarah mencatat bahwa dalam setiap fase kritis perjalanan bangsa (perjuangan revolusi fisik 1945-1950, berbagai pemberontakan di daerah, konflik Ambon, Poso, Sampit, Ketapang, dan...

Menjadi Bangsa Juara

Oleh Hasibullah Satrawi, Penulis adalah pecinta Timnas Indonesia. Keberhasilan Tim Nasional Sepak Bola Indonesia (Timnas) menjuarai FIFA ASEAN CUP menghadirkan aneka macam rasa yang sulit digambarkan; senang, bangga, salut, bahkan sebagian orang sampai menangis. Hal ini terjadi karena Indonesia selama ini seakan sudah “dilupakan” oleh sejarah. Jangankan juara,...

Pancasila Selaras dengan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian umat Islam Indonesia yang mengira Pancasila bertentangan dengan syariat Islam. Padahal Pancasila jauh dari kemungkinan takhaluf as-syariah Islamiyah. Demikian ditegaskan Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali dalam Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang diselenggarakan Aliansi Indonesia...

Islam Jadi Mayoritas atas Kontribusi Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Islam di Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia meski Islam tidak lahir di negeri ini. Islam menjadi mayoritas di Indonesia atas kontribusi besar para ulama terdahulu. Demikian dinyatakan Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith...

Ormas Islam Jadi Benteng Utama Perdamaian di Indonesia

Aliansi Indonesia Dami - Pakar gerakan Islam, Khamami Zada menekankan pentingnya peran ormas Islam arus utama seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, dan Alwashliyah dalam menjaga perdamaian di tengah dinamisnya lanskap ideologi global dan domestik. Hal tersebut disampaikan Khamami Zada saat menjadi narasumber Pelatihan Pembangunan Perdamaian di...

Ulama Membina Gen Z Kobarkan Jihad Digital

Aliansi Indonesia Damai– Ulama harus bergerak cepat mengambil peran strategis untuk membina generasi Z (Gen Z) agar mampu mengobarkan “jihad digital” untuk menyebarkan kedamaian. Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis saat menyampaikan keynote speech Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan...

Jihad Modern Menjaga Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis mengingatkan ulama untuk meluruskan makna jihad yang sering kali disalahartikan oleh narasi radikal di internet. Menurut dia, esensi jihad bagi Gen Z saat ini adalah jihad membela Islam dan negara dalam bingkai kedamaian....

Pentingnya Peran Ulama di Ruang Digital Gen Z

Aliansi Indonesia Damai- “Di era digital saat ini, para ulama dituntut untuk melakukan dakwah online guna membekali anak-anak kita, generasi Z dan milenial, demi meneguhkan kembali dakwah Islam Wasathiyah.” Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. M. Cholil Nafis, saat menjadi pembicara kunci...

AIDA Gelar Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Medan

Aliansi Indonesia Damai- AIDA menyelenggarakan Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama di Kota Medan, Sumatera Utara pada 16-17 September 2026. Pelatihan digelar sebagai tindak lanjut dari Halaqah Alim Ulama: “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang telah diselenggarakan di Medan pada 12 Agustus 2026 lalu. Pelatihan dimaksudkan...

Tantangan Arus Informasi Global bagi Petugas Pemasyarakatan

Aliansi Indonesia Damai- Sosiolog Universitas Indonesia Imam B. Prasodjo mengingatkan petugas pemasyarakatan terhadap tantangan arus informasi di era digital. Menurut dia, saat ini masyarakat berada dalam pusaran interaksi global dimana gelombang informasi melimpah ruah hanya dalam genggaman tangan. Imam mengatakan dampak dari banjir informasi global sangat nyata terhadap...

Membangun Kohesi Sosial Melalui “Seni Bercinta”

Aliansi Indonesia Damai- Kunci keberhasilan pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme terletak pada kemampuan menyentuh hati mereka guna membangun hubungan yang konstruktif. Demikian disampaikan sosiolog Universitas Indonesia Imam B. Prasodjo saat menjadi pembicara kunci (keynote speaker) Pelatihan Penguatan Perspektif Korban Terorisme bagi Petugas Pemasyarakatan yang diselenggarakan...

Pentingnya Peran Multitasking dan Seni Berinteraksi

Aliansi Indonesia Damai- Sosiolog Universitas Indonesia, Imam B. Prasodjo menekankan pentingnya peran multitasking dan seni berinteraksi bagi petugas pemasyarakatan dalam menangani warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme. Para petugas di lapangan menghadapi beban berat dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, petugas lapas setiap hari harus menghadapi ratusan, bahkan ribuan...