Seorang Pria Afghanistan Korban Bom di Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Dievakuasi ke Rumah Sakit. Foto: (Reuters: Mohammad Ismail)
Home Berita Kesaksian Penyintas Teror Maulid Nabi di Kabul
Berita - 23/11/2018

Kesaksian Penyintas Teror Maulid Nabi di Kabul

Seorang Pria Afghanistan Korban Bom di Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Dievakuasi ke Rumah Sakit. Foto: (Reuters: Mohammad Ismail)
Seorang pria korban bom di acara peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. di Kabul dievakuasi ke rumah sakit. Foto: (Reuters: Mohammad Ismail)

 

ALIANSI INDONESIA DAMAI – Selasa (20/11/2018) peristiwa nahas bom bunuh diri terjadi di Kabul, Afghanistan. Laporan terkini Aljazeera menyebutkan bahwa jumlah korban tewas tercatat 55 orang dan 94 luka-luka akibat peristiwa teror tersebut.

Pemerintah Afghanistan telah menetapkan hari berkabung nasional pascakejadian. Pasalnya, peristiwa ini terjadi  saat ulama dan umat muslim merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. Serangan ini merupakan bentuk perilaku barbar di tengah kesibukan masyarakat yang melaksanakan aktivitas keagamaan secara khidmat.

Serangan yang terjadi malam waktu setempat menyasar sebuah pesta pernikahan di Uranus Wedding Place di mana para hadirin secara bersamaan melaksanakan perayaan Maulid Nabi.

Ahmad Fareed (40), seorang penyintas dari serangan itu, mengatakan ledakan menyebabkan luka mengenaskan pada tubuh banyak orang, dan darah berceceran di mana-mana. Ia melihat seorang pria dewasa dan anak-anak dalam kondisi berdarah, tidak bergerak sama sekali. “Itu adalah peristiwa horor dan perilaku barbar, saya melihat orang-orang bergeletak dan berlumurah darah,” ujar Fareed.

Usai menetapkan hari berkabung nasional, Presiden Ashraf Ghani mengatakan bahwa peristiwa bom ini “kejahatan yang tidak bisa dimaafkan”.

Otoritas Kabul membuat imbauan kepada masyarakat untuk waspada dan berhati-hati bila hendak berkegiatan di seluruh kota.

Dikutip dari Aljazeera, sejumlah warganet dan para pekerja senior mengritik kebijakan keamanan di Afghanistan. Mereka mempertanyakan gagalnya pemerintah dalam menjaga keamanan warga. Seorang mantan Gubernur Provinsi Balkhan, Atta Muhammad Noor, mengatakan “Pemerintah lemah dalam menangani korban”. Ia menambahkan, “Pemerintah tentunya harus bertanggung jawab dalam menjaga keamanan di setiap acara masyarakat di ruang publik secara aman”.

Said Ali, seorang pelajar, menceritakan kesaksiannya atas peristiwa terror ini. “Kita sekarang melihat bahwa adanya serangan/teror terhadap pelajar, masjid, tempat olahraga dan tempat-tempat masyarakat sipil lainnya. Saat ini mereka sedang menargetkan praktik keagamaan kita. Dan itu tentu sangat brutal dan barbar,” katanya.

Aljazeera menyebut saat ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Abdullah Abdullah seorang kepala lembaga eksekutif mengatakan bahwa Taliban dipastikan terlibat dalam peristiwa teror ini.

Di dunia daring terjadi banjir kutukan terhadap serangan tak berperikemanusiaan ini. Warganet juga memberikan dukungan kepada para korban dari aksi ini. [FS]