HomeBeritaHarapan Penyintas pada Kepengurusan...

Harapan Penyintas pada Kepengurusan Baru LPSK

ALIANSI INDONESIA DAMAI – Selasa (15/1/2019) lalu Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyelenggarakan acara pisah sambut kepengurusan lama dan kepengurusan baru. Pengurus lama menyerahkan tongkat estafet misi melindungi saksi dan korban tindak pidana, termasuk korban terorisme, kepada para komisioner baru masa bakti 2019-2024, yang diketuai oleh Hasto Atmojo Suroyo. LPSK diharapkan mampu bekerja secara lebih optimal.

Dalam forum diskusi terbatas yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) di Jakarta pada awal Desember lalu, Sucipto Hari Wibowo selaku Ketua Yayasan Penyintas Indonesia (YPI) menegaskan peran penting LPSK dalam memberikan hak-hak korban terorisme. Hal ini merupakan bentuk pelaksanaan amanat UU No. 5 Tahun 2018 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, serta Peraturan Pemerintah (PP) No. 7 Tahun 2018 Tentang Pemberian Kompensasi, Restitusi, dan Bantuan kepada Saksi dan Korban. Sucipto berharap LPSK lebih optimal memastikan para korban terorisme menerima hak-haknya sesuai aturan hukum, termasuk kompensasi kepada korban aksi teror yang terjadi di masa lalu yang belum dipenuhi Negara.

Para penyintas mengingatkan bahwa menjamin hak-hak korban tidak terpisahkan dari kerja-kerja perlindungan korban yang menjadi tugas pokok dan fungsi LPSK. Pemberian kompensasi kepada korban terorisme yang belum mendapatkan diharapkan menjadi prioritas para komisioner, sehingga “utang” keadilan Negara terhadap para korban segera terselesaikan.

Nanda Olivia Daniel, penyintas aksi teror bom di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada tahun 2004, mengapresiasi kinerja dan perhatian LPSK kepada korban terorisme selama ini. “LPSK telah cukup baik dalam melayani korban maupun keluarga korban terorisme selama ini. LPSK telah men-support kami agar menjadi kuat dan menjalani kehidupan lebih semangat lagi,” ujarnya.

Meskipun demikian, ia merasakan bahwa masih ada kerumitan dan jalur birokrasi yang menyulitkan penyintas dalam urusan pengajuan hak dan bantuan kepada LPSK.

Serah Terima Jabatan Komisoner LPSK di kantor LPSK, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (15/1/2019).
Serah Terima Jabatan Komisoner LPSK di kantor LPSK, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (15/1/2019). Photo: Detik.com

Ia juga berharap agar bantuan pemulihan kesehatan kepada korban bom tidak terbatas pada aspek fisik. “Perlu melihat aspek nonfisik dari penyintas terorisme, karena dampak terorisme seperti aspek psiko-sosial bisa jadi hal yang paling seyogianya harus terus dilakukan upaya rehabilitasi,” kata Nanda.

Terkait telah ditunjuknya para komisioner baru, ia mengharapkan agar LPSK terus menjaga komitmen untuk menjamin pemenuhan hak-hak korban terorisme. Ia juga meminta LPSK mampu mengakomodir berbagai saran dan masukan dari para penyintas terorisme. Pasalnya, korban terorisme selama ini masih banyak yang belum diperhatikan secara maksimal. Ia juga mengharapkan agar LPSK memperhatikan upaya rehabilitasi berkelanjutan terhadap korban terorisme, terutama menyangkut aspek rehabilitasi psiko-sosial.

“Harapannya, komisioner yang baru bisa menetapkan kebijakan atau peraturan secara lebih fleksibel, yang berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” tutur Nanda.

Berikut ini nama daftar pejabat di kepengurusan baru LPSK periode 2019-2024:

Ketua LPSK

Hasto Atmojo Suroyo

Wakil Ketua LPSK

Brigjen Pol (Purn) Achmadi, Antonius Prijadi Soesilo Wibowo, Edwin Partogi Pasaribu, Livia Istania DF Iskandar, Maneger Nasution, Susilaningtias.

[FS]

Most Popular

More from Author

Dialog Siswa SMAN 5 Surakarta dengan Mantan Ekstremis

Aliansi Indonesia Damai- AIDA melaksanakan Dialog Interaktif Virtual “Belajar Bersama Menjadi...

Generasi Muda Berkarakter Damai

Aliansi Indonesia Damai- Memperkuat pendidikan karakter bagi generasi muda bisa menjadi...

Dialog Siswa SMK Bhinneka Karya Surakarta dengan Mantan Napiter

Aliansi Indonesia Damai- Generasi muda sebagai pilar masa depan bangsa harus...

Wawasan Perdamaian Sejak Dini

Aliansi Indonesia Damai- Kampanye perdamaian penting dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan, terutama...

Bisikan Hati*

Puisi ini pernah diterbitkan Newsletter SUARA PERDAMAIAN edisi VII Januari 2016 Oktober… Bagiku adalah bulan penuh cerita Derita, duka, dan air mata Cintaku, harapanku… Hangus terbakar api angkara Lenyap terkubur abu nestapa Kini kudatang di pusaramu Kupandang indah ukiran namamu Kupanjatkan doa untukmu Dan segenap bayangmu pun datang menghampiriku Ingin aku mendekapmu di pelukku Meski tak kuasa tanganku...

Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Bukan dengan Pengeboman

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian masyarakat atau kelompok yang keliru dalam memahami dan mempraktikan amar ma’ruf nahi munkar. Mereka mengkategorikan amar ma’ruf nahi munkar dalam ushuluddin dan hukumnya fardhu ain. “Amar ma’ruf nahi munkar dibelokkan dengan kekerasan, bahkan sampai pengeboman. Padahal hukum amar ma’ruf nahi munkar adalah fardhu...

Penataan Ruang Digital untuk Generasi Masa Depan

Oleh Ikhsan Darmawan, Ketua Klaster Riset Teknologi dan Politik, Departemen Ilmu Politik, FISIP Universitas Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 27 Maret 2026 Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025, atau biasa disebut dengan PP Tunas, akan mulai diterapkan mulai 28 Maret 2026. Kementerian Komdigi juga telah...

Harmoni antara Agama dan Pancasila

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini diterbitkan di Kompas.id pada 18 Maret 2026 Agama dan Pancasila ibarat dua sejoli yang saling menguatkan satu sama lain. Agama dan Pancasila harus sama-sama memberikan pencerahan terhadap segenap warga bangsa tanpa kecuali. Agama dan Pancasila tidak bisa diperhadap-hadapkan satu sama lain....

Idul Fitri, Kohesi Sosial dan Masalah Kenegaraan

Oleh Saratri Wilonoyudho, Guru Besar Universitas Negeri Semarang Artikel ini diterbitkan di Kompas.id pada 20 Maret 2026 Idul Fitri menjadi momen saling memaafkan karena esensinya adalah kembali kepada kesucian setelah Ramadhan. Islam menekankan bahwa setelah sebulan berpuasa dengan menahan hawa nafsu dan memperbanyak ibadah, seorang Muslim diharapkan lahir kembali...

Lebih Tangguh dengan Pengalaman Ramadan

Umat Islam di seluruh dunia kembali merayakan Idul Fitri, setelah menjalani ibadah puasa Ramadan 1447 H. Selama sebulan penuh, kaum muslimin melakukan sahur, puasa, buka puasa (iftar), tarawih, dan pengajian/majelis ilmu. Umat Islam meyakini bahwa dengan melaksanakan berbagai ibadah tersebut, mereka akan mendapatkan ampunan, rahmat dan kemenangan...

Idul Fitri, Nyepi, dan Kerukunan Umat Beragama

Oleh M Zainuddin, Guru Besar Sosiologi Agama Program Pascasarjana UIN Maliki Malang, Chairman of Yasmine Institute Artikel ini diterbitkan Kompas.id pada 19 Maret 2026 Pada hari Kamis, 19 Maret 2026, umat Hindu memperingati Hari Suci Nyepi dan pada hari yang (mungkin) bersamaan umat Islam juga akan merayakan Idul Fitri....

Ciri-ciri Umum Kelompok Radikal

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini dipublikasikan di Kompas.id pada 15 Maret 2026 Salah satu yang sering mengganggu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ialah munculnya apa yang sering disebut sebagai kelompok radikal. Kelompok ini selalu berusaha untuk memanfaatkan setiap momen untuk menampilkan tujuan-tujuan ideologisnya, misalnya dengan...

Santri Diajak Menebarkan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Arqom Klaten Ismail Siddiqie mengajak santri-santrinya untuk menebarkan kedamaian dimana pun. Menurut dia, jika tercipta kedamaian maka aktivitas pengajian, sekolah, ibadah, bekerja, dan kehidupan sosial dalam kondisi aman dan nyaman. Ajakan tersebut disampaikan Ismail saat mengisi Pengajian Perdamaian bertajuk Menyerap ‘Ibroh...

Iqra’ Literasi Kritis untuk Memahami Situasi Bangsa

Oleh Handi Risza, Wakil Rektor Universitas Paramadina Artikel ini telah diterbitkan di Kompas.id pada 07 Maret 2026 Iqra’ adalah kata pertama yang turun dalam wahyu kepada diri Nabi Muhammad SAW empat belas abad yang lalu. Perintah membaca ini termaktub dalam Surah Al-‘Alaq ayat 1–5 dan kemudian menjadi fondasi...

Melawan Kemungkaran Tidak dengan Kekerasan

Aliansi Indonesia Damai- Pengasuh Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa Blimbingrejo Jepara Hery Huzaery mengajak para ustaz dan santrinya untuk tidak melakukan kekerasan maupun perusakan bila melihat kemungkaran, kedzaliman maupun ketidakadilan. Menurut dia, siapa pun tidak setuju dengan kemungkaran, kedzaliman dan ketidakadilan namun menyikapinya harus sesuai dengan kemampuan yang...

Indonesia: Bukan Negara Agama, Bukan Negara Sekuler

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik IndonesiaArtikel ini dimuat di Kompas.id, 21 Februari 2026Menarik untuk dikaji posisi NKRI. Apakah termasuk negara agama atau negara sekuler, atau mungkinkah disebut sebagai Negara Pancasila? Negara agama ialah suatu negara yang mencantumkan salah satu agama sebagai dasar konstitusi. Sedangkan negara sekuler...