HomeBeritaInspirasi Damai SMAN 1...

Inspirasi Damai SMAN 1 Weleri

Aliansi Indonesia Damai- Dalam kegiatan Dialog Interaktif Virtual “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” yang digelar AIDA, (3/9/2020), sejumlah siswa-siswi SMAN 1 Weleri Kendal memberikan kesan-kesannya terhadap kisah mantan pelaku terorisme dan korbannya. Salah seorang siswa mengaku belajar makna kesabaran dari korban terorisme.

“Dari korban saya belajar, jika kita terkena musibah, harus tetap sabar dan mencoba untuk ikhlas. Seberapa besar musibah yang kita alami, tetaplah bersyukur karena masih diberi kehidupan di dunia ini. Saya mulai sadar jika kita terkena musibah, keluargalah yang paling peduli dengan kita,” ungkap salah seorang siswa.

Baca juga Menumbuhkan Jihad Belajar

Menurut dia, korban sangat besar jiwanya, karena mampu memaafkan kesalahan-kesalahan pelakunya. Pembelajaran yang paling berkesan dari korban adalah ketangguhannya bangkit dari musibah yang ada. Ketangguhan korban tidak hanya menjadi kisah yang inspiratif, akan tetapi juga dapat memotivasi para siswa untuk menjadi pribadi yang cinta perdamaian.

“Bahwa dendam tidak akan mengubah masa lalu. Begitu juga, segelap apa pun diri kita di masa lalu, kita pasti akan menemukan jalan untuk menjadi lebih baik. Memberikan motivasi hidup untuk memberikan pembelajaran terbaik,” tuturnya.

Baca juga Bangkit Berkat Dukungan Orang Terdekat

Dalam kegiatan itu, AIDA menghadirkan tim perdamaian yang terdiri dari mantan pelaku terorisme dan korbannya. Kedua belah pihak sama-sama menyampaikan kisahnya bangkit dari masa lalu yang kelam hingga akhirnya rekonsiliasi dan bersama-sama mengampanyekan perdamaian bagi generasi muda Indonesia.

Muhammad Nurman Permana, korban Bom Thamrin 2016 mengatakan, dirinya tak pernah mengira akan menjadi korban bom. Ia menceritakan kejadian demi kejadian yang dialaminya. Mengingat peristiwa itu, air matanya menetes. Sekalipun sudah terjadi tiga tahun lalu, namun ia mengaku tak kuat menahan rasa sedih yang dialaminya.

Baca juga Inspirasi Pemaafan Pelajar Bandung

Akibat ledakan bom, Permana mengalami sejumlah luka yang cukup parah. Ia harus berobat secara rutin dan menepi dari aktivitas kesehariannya. Mulanya ia merasa tidak mudah untuk bangkit dari keterpurukan. Namun, berkat dorongan dan motivasi orang-orang terdekat, perlahan ia bangkit dan melawan rasa sakit yang ada.

Sementara itu, mantan pelaku terorisme yang insaf, Choirul Ihwan berulang kali meminta maaf kepada korban bom di Indonesia. Kendati tidak pernah terlibat langsung dalam aksi-aksi teror yang menimbulkan korban jiwa, tetapi Choirul merasa bersalah lantaran pernah menjadi bagian dari kelompok yang melakukan aksi-aksi kekerasan di Indonesia.

Baca juga Penyintas Bom: Jangan Berhenti Bercita-cita

Choirul mengaku, korban adalah lautan ilmu bagi kehidupannya. Ia tak pernah menyangka korban bisa menerima dan memaafkan kesalahannya. Saat itu, pada tahun 2016, AIDA memertemukan Choirul dengan seorang korban terorisme di LP Porong Sidoarjo. Dari pertemuan itu, Choirul melihat ketegaran dan kekuatan para korban bom.

Kendati mengalami luka fisik dan psikis, namun para korban malah mau memberikan maaf terhadap para pelakunya. “Pertemuan itu membuat saya menjadi diri yang kerdil. Saya meminta maaf secara tulus,” tutur Choirul sembari menundukkan kepala.[FS]

Baca juga Pelajar Lampung: Terima Kasih, Penyintas Terorisme

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Sepenuh Hati Menyejahterakan Guru

Oleh Nunuk Suryani, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen Artikel ini...

Menghargai Toleransi

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id...

Petugas Lapas Harus Mampu Deteksi Dini WBP Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Sebagai “dokter” yang baik, petugas lembaga pemasyarakatan (Lapas)...

Bisikan Hati*

Puisi ini pernah diterbitkan Newsletter SUARA PERDAMAIAN edisi VII Januari 2016 Oktober… Bagiku...

Sepenuh Hati Menyejahterakan Guru

Oleh Nunuk Suryani, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 14 April 2026 Era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto serius menempatkan kesejahteraan guru menjadi salah satu prioritas utama. Kemudian Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menjabarkannya lewat visi ”Guru Hebat,...

Menghargai Toleransi

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 19 Maret 2026 Toleransi bukan menyamakan yang berbeda dan atau membedakan hal yang sama. Toleransi ialah menerima kenyataan di dalam hidup bahwa perbedaan itu adalah sebuah keniscayaan. Kelompok liberal cenderung berlebihan untuk memaksakan persamaan...

Petugas Lapas Harus Mampu Deteksi Dini WBP Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Sebagai “dokter” yang baik, petugas lembaga pemasyarakatan (Lapas) harus mampu melakukan deteksi dini terhadap perilaku dan paham keagamaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme. Demikian dinyatakan mantan pelaku terorisme Ali Fauzi Manzi saat menjadi narasumber Pelatihan Penguatan Perspektif Korban Terorisme Bagi Pembimbing Kemasyarakatan Balai...

Bisikan Hati*

Puisi ini pernah diterbitkan Newsletter SUARA PERDAMAIAN edisi VII Januari 2016 Oktober… Bagiku adalah bulan penuh cerita Derita, duka, dan air mata Cintaku, harapanku… Hangus terbakar api angkara Lenyap terkubur abu nestapa Kini kudatang di pusaramu Kupandang indah ukiran namamu Kupanjatkan doa untukmu Dan segenap bayangmu pun datang menghampiriku Ingin aku mendekapmu di pelukku Meski tak kuasa tanganku...

Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Bukan dengan Pengeboman

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian masyarakat atau kelompok yang keliru dalam memahami dan mempraktikan amar ma’ruf nahi munkar. Mereka mengkategorikan amar ma’ruf nahi munkar dalam ushuluddin dan hukumnya fardhu ain. “Amar ma’ruf nahi munkar dibelokkan dengan kekerasan, bahkan sampai pengeboman. Padahal hukum amar ma’ruf nahi munkar adalah fardhu...

Penataan Ruang Digital untuk Generasi Masa Depan

Oleh Ikhsan Darmawan, Ketua Klaster Riset Teknologi dan Politik, Departemen Ilmu Politik, FISIP Universitas Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 27 Maret 2026 Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025, atau biasa disebut dengan PP Tunas, akan mulai diterapkan mulai 28 Maret 2026. Kementerian Komdigi juga telah...

Harmoni antara Agama dan Pancasila

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini diterbitkan di Kompas.id pada 18 Maret 2026 Agama dan Pancasila ibarat dua sejoli yang saling menguatkan satu sama lain. Agama dan Pancasila harus sama-sama memberikan pencerahan terhadap segenap warga bangsa tanpa kecuali. Agama dan Pancasila tidak bisa diperhadap-hadapkan satu sama lain....

Idul Fitri, Kohesi Sosial dan Masalah Kenegaraan

Oleh Saratri Wilonoyudho, Guru Besar Universitas Negeri Semarang Artikel ini diterbitkan di Kompas.id pada 20 Maret 2026 Idul Fitri menjadi momen saling memaafkan karena esensinya adalah kembali kepada kesucian setelah Ramadhan. Islam menekankan bahwa setelah sebulan berpuasa dengan menahan hawa nafsu dan memperbanyak ibadah, seorang Muslim diharapkan lahir kembali...

Lebih Tangguh dengan Pengalaman Ramadan

Umat Islam di seluruh dunia kembali merayakan Idul Fitri, setelah menjalani ibadah puasa Ramadan 1447 H. Selama sebulan penuh, kaum muslimin melakukan sahur, puasa, buka puasa (iftar), tarawih, dan pengajian/majelis ilmu. Umat Islam meyakini bahwa dengan melaksanakan berbagai ibadah tersebut, mereka akan mendapatkan ampunan, rahmat dan kemenangan...

Idul Fitri, Nyepi, dan Kerukunan Umat Beragama

Oleh M Zainuddin, Guru Besar Sosiologi Agama Program Pascasarjana UIN Maliki Malang, Chairman of Yasmine Institute Artikel ini diterbitkan Kompas.id pada 19 Maret 2026 Pada hari Kamis, 19 Maret 2026, umat Hindu memperingati Hari Suci Nyepi dan pada hari yang (mungkin) bersamaan umat Islam juga akan merayakan Idul Fitri....

Ciri-ciri Umum Kelompok Radikal

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini dipublikasikan di Kompas.id pada 15 Maret 2026 Salah satu yang sering mengganggu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ialah munculnya apa yang sering disebut sebagai kelompok radikal. Kelompok ini selalu berusaha untuk memanfaatkan setiap momen untuk menampilkan tujuan-tujuan ideologisnya, misalnya dengan...

Santri Diajak Menebarkan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Arqom Klaten Ismail Siddiqie mengajak santri-santrinya untuk menebarkan kedamaian dimana pun. Menurut dia, jika tercipta kedamaian maka aktivitas pengajian, sekolah, ibadah, bekerja, dan kehidupan sosial dalam kondisi aman dan nyaman. Ajakan tersebut disampaikan Ismail saat mengisi Pengajian Perdamaian bertajuk Menyerap ‘Ibroh...