HomeBeritaPesan Damai Syekh Ali...

Pesan Damai Syekh Ali Jaber

Aliansi Indonesia Damai- Indonesia kehilangan salah satu ulama kharismatik yang getol menebarkan pesan-pesan perdamaian, Syekh Ali Jaber. Pria kelahiran Madinah Arab Saudi yang telah resmi menjadi WNI ini rajin mendakwahkan perdamaian, kerukunan, dan persatuan bangsa.

Beberapa pekan sebelum jatuh sakit yang mengharuskannya menjalani rawat inap, Ali Jaber membuat video ceramah singkat di akun instagramnya. Konten ceramahnya mengingatkan masyarakat agar menjaga akhlak. Ia mengaku sedih karena perilaku sebagian orang yang keluar jalur dari akhlak yang baik, seperti gemar menghina orang lain, termasuk aparatur negara. Ali berharap masyarakat bersatu, dengan menjaga akhlak yang mulia.

Baca juga Peran Perdamaian Sosok Ibu

“Menurut saya, siapa pun yang berbeda dengan pendapat kita, siapa pun itu yang berbeda dengan pandangan masing-masing, kita tidak berhak mencaci maki yang tidak sesuai dengan pandangan kita,” ujarnya dalam konten yang dimuat di akun instagram @syekh.alijaber.

Beliau mengingatkan bahwa Islam mengajarkan perdamaian, dengan anjuran menjaga sopan santun dan berbuat baik kepada siapa pun, terlepas kita tidak suka kepada orang tersebut. Dalam hematnya, setiap orang pasti memiliki kekurangan, sehingga bisa membuat kita tidak menyukainya. Namun jangan sampai ketidaksukaan melahirkan rasa benci.

Baca juga Pendidikan Damai Sejak Dini

“Kita pasti banyak kekurangan. Kita kan manusia. Kekurangan orang lain jangan sampai kita membenci. Hak tidak suka orang lain, tetapi tidak berhak mencaci maki orang yang tidak disukai,” ucapnya.

Ali mengajak kita agar sama-sama menutupi kekurangan aib masing-masing, memaafkan, membagi rasa cinta, rasa hormat, sebagaimana Islam mengajarkan untuk tidak menzalimi, menghujat, dan menghasut. “Kita harus belajar menjalin persahabatan dan menghormati kepada orang yang berbeda, baik pandangan maupun agama,” katanya.

Baca juga Dukungan Pertobatan Mantan Teroris

Lebih jauh ia berpesan agar semua komponen bangsa menjalin sinergi dengan menyingkirkan sejenak perbedaan dan mengutamakan dialog untuk kebaikan bersama. Ia meyakini bahwa melalui dialog akan dapat ditemukan persamaan-persamaan untuk membawa Indonesia damai dan terhindar dari perpecahan bangsa.

“Maka saya berpesan, mari kita bersama-sama bersinergi. Ulama dan umara (pemerintah), pemerintah dengan rakyat. Kita harus saling percaya dan tidak boleh saling hujat,” tuturnya.

Selamat jalan Syekh Ali. Terima kasih untuk ilmu pengetahuan yang telah engkau sebarkan dan dakwah yang menyejukkan.[MSH]

Baca juga Dialog Muslimat NW Lombok dengan Penyintas Bom

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Previous article
Next article

More from Author

Menemukan Titik Balik di Penjara

Aliansi Indonesia Damai- Mantan petinggi Jamaah Islamiyah (JI) Arif Siswanto mengaku...

Buku SNI dan Politik Sejarah bagi Bangsa yang Majemuk

Oleh Mudhofir Abdullah, Guru Besar UIN Raden Mas Said Surakarta Artikel ini...

Terorisme Tidak Menegakkan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Kita ingin menegakkan sebuah kehidupan Islam tapi dalam...

Guru Indonesia Profesi yang Teropresi

Oleh Mohammad Rifky, Guru Sosiologi, Anggota P2G (Perhimpunan Pendidikan dan Guru)...

Menemukan Titik Balik di Penjara

Aliansi Indonesia Damai- Mantan petinggi Jamaah Islamiyah (JI) Arif Siswanto mengaku saat menjalani hukuman penjara menemukan titik balik untuk kembali ke jalan perdamaian. Menurut dia, di dalam penjara dirinya mendapatkan satu waktu untuk lebih luas dan panjang untuk memikirkan ulang apa yang selama ini dijalani dan diperjuangkannya. “Pengalaman...

Buku SNI dan Politik Sejarah bagi Bangsa yang Majemuk

Oleh Mudhofir Abdullah, Guru Besar UIN Raden Mas Said Surakarta Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 07 September 2026 Pada akhir Agustus lalu, pemerintah meluncurkan lima jilid pertama Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Kelimanya bagian dari seri yang dirancang 10-11 jilid yang dikerjakan oleh 123...

Terorisme Tidak Menegakkan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Kita ingin menegakkan sebuah kehidupan Islam tapi dalam waktu yang sama juga kita mengorbankan orang-orang Muslim sendiri. Kita ingin pengawalan Islam yang lebih puritan tetapi ternyata membawa satu benturan demi benturan yang menimbulkan banyak korban jiwa. “Semua itu menjadi satu persoalan yang mengganggu nurani kami,”...

Guru Indonesia Profesi yang Teropresi

Oleh Mohammad Rifky, Guru Sosiologi, Anggota P2G (Perhimpunan Pendidikan dan Guru) Kota Semarang, Jawa Tengah. Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 04 September 2026 Teropresi mungkin kata yang jarang didengar oleh masyarakat dan lebih sering ditemukan pada bahasan sosiologi. Secara sosiologi, opresi adalah suatu kondisi tertindas atau...

Direktur Pontren Apresiasi Halaqah Alim Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said mengapresiasi Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, di Kota Medan pertengahan Agustus lalu. “Hajatan ini cukup bermakna bagi kita...

Mendesain Pendidikan Kemanusiaan di Era Disrupsi

Muhammad Turhan Yani Guru Besar dan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Surabaya, Dewan Pakar HISPISI Artikel ini berasal dari Mediaindonesia.com yang terbit pada 03 September 2026 TOPIK ini melampaui pendidikan dalam berbagai perspektif, yang sering dibatasi pada kelompok bidang studi atau keilmuan. Pesatnya kemajuan...

Membaca Pancasila dari Bawah

Oleh Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 01 September 2026 Kemajemukan bangsa ini secara politis-ideologis disatukan oleh Pancasila. Sejauh ini dari kelima sila itu pembahasan paling banyak ditekankan pada sila pertama Ketuhanan yang Mahaesa, untuk menciptakan kondisi yang harmonis dari sekian ragam...

Menghargai Perbedaan dan Menjaga Persaudaraan

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said menekankan pentingnya umat Islam menghargai perbedaan dan menjaga persaudaraan. Dalam Islam, kata dia, dikenal tiga jenis persaudaraan (ukhuwah) yaitu ukhuwah Islamiyah (persaudaraan keislaman), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan), ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan). “Kalau kita tidak bersaudara sama-sama...

Erosi Otoritas Ilmiah

Oleh Imam Mujahidin Fahmid, Guru Besar Universitas Hasanuddin, Kepala Pusat Kajian Opini Publik untuk Demokrasi dan Pembangunan LPPM Universitas Hasanuddin Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 31 Agustus 2026 Dalam belasan tahun terakhir, kehidupan kolektif bangsa Indonesia memperlihatkan gejala yang patut dicermati, yakni menguatnya kecenderungan antisains...

Jasa Besar Pesantren dan Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Pondok pesantren dan ulama memiliki jasa besar bagi bangsa dan negara Indonesia. Salah satu jasa besar pesantren dan ulama yaitu resolusi jihad yang dicetuskan KH. Hasyim Asy’ari untuk mewajibkan umat Islam untuk membela kemerdekaan Indonesia. “Ketika ada tentara sekutu yang ingin kembali ke Indonesia, padahal...

Mensyukuri Kemerdekaan dan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said mengajak umat Muslim Indonesia untuk mensyukuri kemerdekaan Indonesia. Menurut dia rasa syukur yang paling penting adalah kehidupan di negeri ini yang tenang dan damai. “Coba kita bandingkan dengan di Timur Tengah, ada tidak kedamaian, ada tidak...

Jihad Fisabilillah Bukan dengan Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Umat Islam harus selalu siap untuk berjihad fisabilillah (berjuang atau mengerahkan segala kemampuan secara bersungguh-sungguh di jalan Allah Swt), tetapi bukan dengan terorisme. Berjihad fisabilillah dilakukan dengan menjalankan perintah Allah Swt. Demikian dinyatakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak dalam pembukaan...