HomeInspirasiAspirasi DamaiTips Ber-Medsos Sehat

Tips Ber-Medsos Sehat

Media sosial (medsos) sangat digemari oleh hampir semua kalangan, dari yang muda sampai yang tua, baik yang hidupnya berkecukupan maupun yang kantongnya pas-pasan. Tidak sedikit juga yang mencari peruntungan dari medsos. Beragam konten diproduksi dan disebarluaskan. Isinya ada yang sekadar cerita tentang kehidupan pribadinya sehari-hari, berita atau analisis olahraga, maupun tips-tips praktis tentang segala hal.

Sayangnya, banyak produsen konten yang tampaknya tidak memperhitungkan secara cermat dampak dari konten yang disebarnya. Walhasil banyak konten di medsos justru merugikan orang banyak, bahkan memimbulkan perpecahan hingga permusuhan. Hampir pasti setiap produsen menginginkan kontennya dilihat sebanyak mungkin oleh warga maya (viewer), karena lebih potensial mengeruk cuan. Namun seyogianya tidak menghalalkan segala cara.

Baca juga Mengurai Amarah Meraih Bahagia

Walhasil setiap orang yang memproduksi konten di medsos wajib menaati etika dan norma sosial sebagaimana berlaku di jagat luring. Ada beberapa tips bagaimana membuat konten yang tidak menimbulkan dampak negatif.

Cek sumber informasi

Mengecek sumber informasi adalah suatu kewajiban ketika kita ingin membuat konten yang baik dan benar. Karena nantinya akan diserap informasinya oleh penonton. Pastikan informasinya akurat, sahih, dan tidak ada unsur kebohongan. Lebih baik terlambat karena teliti, ketimbang cepat tapi tak cermat. Pastikan pula informasi yang akan disajikan tidak menimbulkan dampak negatif.

Baca juga Perdamaian di 2023: Harapan dan Tantangan

Tidak menghina atau mengadu domba

Banyak sekali konten di medsos yang mengandung penghinaan, baik kepada orang yang tidak kita kenal maupun ke teman sendiri. Ada pula yang isinya adu domba antarpihak. Kita harus menghindari ini karena akan menimbulkan dampak buruk yang berkepanjangan dan meluas, bahkan merusak perdamaian.

Baca juga Disonansi Memicu Koreksi Bag. 1

Hindari kontroversi

Konten kontroversial memang memiliki daya tarik yang sangat tinggi, tetapi dampak negatifnya sangat besar. Biasanya konten demikian akan membelah penontonnya menjadi 2 kubu: pro dan kontra. Saat kontroversi menajam maka yang terjadi adalah permusuhan. Tentu ini harus kita hindari. Lebih baik kita menjaga persaudaraan ketimbang memancing perpecahan.

Medsos adalah platform yang bebas nilai. Kita sendiri yang menentukan jalannya. Sebagai manusia kita mesti berpikir mendalam terkait segala hal yang hendak kita sebarkan. Mari menjaga perdamaian di dan dari medsos.

Baca juga Disonansi Memicu Koreksi (Bag. 2)

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Belajar Bersyukur dari Kisah Korban Bom

Bersyukur bukanlah tentang mengabaikan penderitaan atau kehilangan yang dialami, tetapi lebih...

Memahami Perundungan

Fenomena perundungan dengan kekerasan sangat marak terjadi, tak terkecuali di lingkungan...

Medsos untuk Perdamaian

Menjadi agen perdamaian di zaman ini sangat mudah dan murah tetapi...

Praktik-Praktik Jihad

Jihad sering diidentikkan dengan aksi kekerasan dan tindakan ekstrem. Namun sebenarnya...

Santri Diajak Menebarkan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Arqom Klaten Ismail Siddiqie mengajak santri-santrinya untuk menebarkan kedamaian dimana pun. Menurut dia, jika tercipta kedamaian maka aktivitas pengajian, sekolah, ibadah, bekerja, dan kehidupan sosial dalam kondisi aman dan nyaman. Ajakan tersebut disampaikan Ismail saat mengisi Pengajian Perdamaian bertajuk Menyerap ‘Ibroh...

Iqra’ Literasi Kritis untuk Memahami Situasi Bangsa

Oleh Handi Risza, Wakil Rektor Universitas Paramadina Artikel ini telah diterbitkan di Kompas.id pada 07 Maret 2026 Iqra’ adalah kata pertama yang turun dalam wahyu kepada diri Nabi Muhammad SAW empat belas abad yang lalu. Perintah membaca ini termaktub dalam Surah Al-‘Alaq ayat 1–5 dan kemudian menjadi fondasi...

Melawan Kemungkaran Tidak dengan Kekerasan

Aliansi Indonesia Damai- Pengasuh Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa Blimbingrejo Jepara Hery Huzaery mengajak para ustaz dan santrinya untuk tidak melakukan kekerasan maupun perusakan bila melihat kemungkaran, kedzaliman maupun ketidakadilan. Menurut dia, siapa pun tidak setuju dengan kemungkaran, kedzaliman dan ketidakadilan namun menyikapinya harus sesuai dengan kemampuan yang...

Indonesia: Bukan Negara Agama, Bukan Negara Sekuler

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik IndonesiaArtikel ini dimuat di Kompas.id, 21 Februari 2026Menarik untuk dikaji posisi NKRI. Apakah termasuk negara agama atau negara sekuler, atau mungkinkah disebut sebagai Negara Pancasila? Negara agama ialah suatu negara yang mencantumkan salah satu agama sebagai dasar konstitusi. Sedangkan negara sekuler...

Negara Hadir Mendukung Pesantren

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama, Dr. H. Basnang Said, M.Ag menyatakan negara telah hadir untuk mendukung pondok pesantren. “Kita melihat bukti-bukti negara telah hadir di pondok pesantren,” ujar Basnang saat berbincang dengan redaksi di kantornya Jakarta dua pekan lalu.Basnang menjelaskan bukti...

Orientasi Pesantren Terwujudnya Indonesia Harmoni

Aliansi Indonesia Damai- Ke depan setiap pesantren siapa pun pendirinya harus selalu berorientasi pada terwujudnya Indonesia yang harmoni, Indonesia yang damai, Indonesia yang toleran.Pernyataan tersebut ditegaskan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama, Dr. H. Basnang Said, M.Ag saat berbincang dengan redaksi di kantornya...

Mungil-mungil Tangguh

Oleh Susi Afitriyani Mungil-mungil tangguh,Kau begitu kuat saat cobaan harus menghantam hidupmu,Kau yang masih begitu mungil, tapi kau mengajariku cara untuk tetap semangat dan tersenyum,Meski tubuhmu terlihat lemah akan tetapi jiwamu begitu tangguh,Haii,,, kau si mungil tangguh yang kelak akan menjadi penggantiku,Aku percaya jiwamu lebih kuat dari diriku,Dan...

Puasa dan Kedermawanan Otentik

Oleh Asyari, Guru Besar Ekonomi, Ketua Pusat Kajian Pengembangan Ekonomi Umat, FEBI UIN BukittinggiArtikel ini sudah terbit di Kompas.id, 17 Februari 2026Kasus bunuh diri YBS (10), siswa kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, pada 29 Januari 2026 dan sebelumnya, AA (44), seorang...

Arsitektur Pendidikan Tinggi Indonesia

Oleh Badri Munir Sukoco, Guru Besar Manajemen Strategi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis; Founder, Center for Dynamic Capabilities Universitas AirlanggaArtikel ini terbit di Kompas.id, 13 Februari 2026Atensi Presiden Prabowo Subianto pada pembangunan sumber daya manusia Indonesia sangatlah besar, terutama pendidikan tinggi. Belum setahun, Presiden telah melakukan tiga kali...

Tetap Tangguh di Era Bencana

Dalam beberapa bulan terakhir, Indonesia dilanda musibah. Banjir, cuaca ekstrem (hujan disertai badai), tanah longsor, kebakaran hutan, abrasi laut, gempa bumi dan pergeseran tanah menimpa masyarakat di sejumlah daerah.Bencana datang silih berganti menghantam beberapa wilayah, menelan korban jiwa, menghancurkan rumah dan infrastruktur yang menimbulkan kerugian materil yang...

Belajar Berkesadaran

Oleh Doni Koesoema A, Pemerhati Pendidikan, Mahasiswa Doktoral Universitas Negeri JakartaArtikel ini terbit di Kompas.id, 06 Februari 2026 Belajar berkesadaran adalah kunci keberhasilan pendidikan berkualitas. Bila belajar diibaratkan sebuah perjalanan, ini adalah langkah pertamanya. Sayangnya, langkah pertama ini sering kali terlewatkan.Transformasi belajar yang lebih fundamental inilah yang dilakukan...

Santri Diingatkan untuk Mempertahankan NKRI

Aliansi Indonesia Damai - Ketua Yayasan Al-Muttaqien Pancasila Sakti Klaten, Jawa Tengah KH Saefudin Zuhri mengingatkan santri-santriwatinya untuk tidak menjadi pemberontak maupun teroris. Menurut dia, akidah ahli sunnah wal jamaah melarang menjadi pemberontak dan teroris kepada pemerintah yang sah.“Haram ya jangankan menjadi teroris, memberontak kepada pemerintah yang sah...