HomeBeritaSemangat Ketangguhan dari SMKN...

Semangat Ketangguhan dari SMKN 4 Makassar

Aliansi Indonesia Damai- Puluhan siswa-siswi SMKN 4 Makassar Sulawesi Selatan mengikuti Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” yang digelar AIDA, Sabtu (7/8/2021). Melalui kegiatan virtual itu, siswa-siswi diharapkan tumbuh menjadi generasi muda yang tangguh dan dapat meneruskan estafet kepemimpinan Indonesia di masa depan.

Dalam kesempatan itu, AIDA menghadirkan narasumber Tim Perdamaian yang terdiri dari unsur mantan pelaku dan korban terorisme. Mereka membagi kisah ketangguhan dari pengalaman hidup masing-masing. Seluruh peserta aktif menghidupkan video dan memerlihatkan buku serta pena melalui layar kamera.

Baca juga Dialog Mantan Napiter dengan Siswa SMAN 1 Makassar

Bahkan saat narasumber berkisah, di kolom chat muncul banyak tanggapan dan pertanyaan terkait makna dari ketangguhan. Selain itu, para peserta menulis pantun dan berbagi semangat untuk Tim Perdamaian. Mereka juga menuliskan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan fasilitator.

Wakil Kepala SMKN 4 Makassar Bidang Humas, Mustofa, sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan. Menurut dia, meskipun pandemi belum berakhir, siswa-siswi harus tetap meningkatkan pembelajaran kepribadian dan ketangguhan. Belajar dengan Tim Perdamaian yang inspiratif diharapkan mampu memupuk semangat ketangguhan para siswa.

Baca juga Dialog Siswa SMAN 1 Makassar dengan Korban Bom Thamrin

Mustofa mengatakan, masa muda adalah waktunya pembibitan kepribadian. Maka dari itu, siswa-siswi tidak cukup dibekali pengetahuan, sains, dan teknologi semata. Tak kalah penting, generasi muda harus memupuk nilai-nilai ketangguhan untuk menjadi pemimpin generasi selanjutnya.

“Ke depan, kita memang membutuhkan generasi muda yang tangguh. Meski sekarang semuanya berbasis IT, dan perubahan begitu cepat, akan tetapi menjadi tangguhnya itu tidak boleh hilang,” ucapnya.

Baca juga Menyemai Ketangguhan di SMK Budi Mulia Malang

Ia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan motivasi siswa-siswi agar pantang berhenti belajar. Tak ada kata selesai dalam belajar, karena tugas dan tanggungjawab generasi saat ini adalah meneruskan estafet kepemimpinan generasi sebelumnya. “Kalian adalah generasi muda yang nantinya akan melanjutkan estafet kepemimpinan. Mudah-mudahan melalui dialog ini kita semua bisa makin tangguh,” ujar Mustofa.

Siswa-siswi yang hadir dalam acara itu berasal dari kelas dan jurusan yang bermacam-macam. Mereka adalah siswa pilihan dari sekitar seribu empat ratus siswa SMKN 4 Makassar. Mustofa berharap, peserta didik yang mewakili acara ini bisa mendapatkan bekal yang kuat untuk diteruskan kepada siswa-siswi yang lainnya. “Mudah-mudahan pertemuan ini memberikan peserta didik kami bekal yang kuat. Kami selalu menanti kedatangan Tim langsung ke sekolah, saat tidak ada lagi pandemi,” ucapnya.

Baca juga Dialog Siswa SMAN 4 Malang dengan Mantan Ekstremis

Di akhir kegiatan sejumlah peserta menyampaikan testimoni dan kesan pesan. Sebagian mengaku mendapatkan banyak pembelajaran dari kisah-kisah inspiratif narasumber. Sebagian yang lain bertekad menjaga diri dari ajakan dan aksi-aksi kekerasan. “Saya belajar bahwa generasi muda harus membentengi diri dari paham-paham yang mengajak pada kekerasan,” ujar salah seorang peserta. [AH]

Baca juga Generasi Muda Duta Perdamaian

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang...

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita untuk mendekam dibalik jeruji besi. Sebab kehidupan menjalani hukuman di dalam penjara sangat tidak ideal dan tidak mengenakan. Harapan tersebut disampaikan mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ketua PBNU, dan Staf Ahli Menteri HAM RI Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 25 Mei 2026 Idul Adha sebagai salah satu hari raya umat Islam merupakan momentum penting yang kehadirannya membawa pesan spiritual. Idul...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono mengaku takut dan kesal saat pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme dalam kegiatan yang difasilitasi AlDA. Bahkan, ia juga mengaku menjaga jarak dengan mantan pelaku. “Saya pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme itu ada rasa takut. Ada...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang dipublikasikan pada 20 Mei 2026 Problem utama pembangunan pendidikan di Indonesia adalah kesenjangan antara voices (apa yang disuarakan) dan choices (apa yang dipilih sebagai kebijakan). Semua orang bersepakat menyuarakan peran penting pendidikan bagi kemajuan bangsa. Namun, pilihan...

Takut dan Takjub Ketika Bertemu Korban

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan mengaku takut dan takjub saat dirinya bertemu dengan korban terorisme yang difasilitasi oleh AIDA. Menurut dia, ketakutannya sebagai hal yang wajar karena ia merasa bersalah sebagai bagian dari jaringan terorisme yang melakukan pengeboman dan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka....

Tak Ada Kemajuan Tanpa Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Negara yang tidak maju peradaban dan ekonominya karena kedamaian tidak terwujud di negara tersebut. Negara yang tak tercipta kedamaian maka ekonominya pun hancur. Demikian dinyatakan mantan pelaku terorisme Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMA Tahfidz Al Izzah Samarinda,...

Guru Bergerak

Oleh Iman Zanatul Haeri, Guru, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 17 Mei 2026 Saat ini seluruh masyarakat di Indonesia menyadari bahwa para guru terus mengalami masa-masa sulit. Martabatnya dipertaruhkan oleh ancaman penahanan tanpa toleransi kesalahan, dihina oleh gaji tidak seberapa...

Luka yang Melepaskan: 8 Tahun Berdiri karena Rahmat-Nya

Tuhan tidak menghapus lukaku, tetapi Ia membuat luka itu tidak lagi menguasai aku 13 Mei 2018-13 Mei 2026, delapan tahun peristiwa iman itu telah berlalu begitu cepat. Begitu banyak pemaknaan yang aku dapatkan dari peristiwa itu hingga saat ini, mulai dari apa itu arti keluarga sesungguhnya, arti kerendahan...

Pengalaman Menjadi Duta Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Kurnia Widodo mengaku senang bisa mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam jaringan terorisme seperti pengalaman dirinya di masa lalu. “Saya merasa plong (lega) saat menjadi duta perdamaian karena dahulu saya merasa banyak salah. Dengan menjadi duta perdamaian saya seperti membayar...

Menangani Pelajar yang Terpapar Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme Kurnia Widodo mengingatkan para pelajar untuk mewaspadai ideologi ekstremisme. Menurut dia, ada fakta pelajar yang baru lulus SMA menjadi pelaku pengeboman dan penyerangan pendeta di Gereja Katolik St. Yoseph Kota Medan, Sumatera Utara, pada 28 Agustus 2016 silam. “Pelajar yang terpapar ideologi...

Pelajar Diingatkan Mewaspadai Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengingatkan para pelajar atau generasi muda untuk senantiasa waspada dan berhati-hati dengan pemikiran ekstremisme. Menurut dia, ideologi ekstremisme bisa menyebar atau mempengaruhi siapa saja. “Hati-hati ya kalian. Pemikiran ekstremisme...

Pendidikan untuk Merawat Hak Hidup

Oleh Ernest Pugiye, Penulis adalah Guru pada SMAN 1 Dogiyai Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 09 Mei 2026. Pendidikan adalah ruang paling dasar untuk manusia belajar menghargai kehidupan. Pendidikan menjadi jalan kemanusiaan yang menuntun manusia untuk menjaga martabat dan hak hidup sesama. Dalam konteks Papua,...