HomeInspirasiAspirasi DamaiMemilih Guru Damai

Memilih Guru Damai

Guru memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan karakter dan sifat seorang murid. Salah satu tantangan guru sebagai pendidik adalah tidak hanya sekadar mentransfer ilmu pengetahuan tetapi juga menjadi inspirasi dalam menyemaikan benih-benih kemaslahatan, bagi pribadi murid maupun khalayak luas. Sayangnya tak semua orang yang berstatus guru mampu memainkan peran itu.

Penulis belajar dari kisah sejumlah mantan pelaku ekstremisme yang mengaku menempuh jalan kekerasan akibat doktrin gurunya. Dalam kajian terorisme memang ada banyak faktor yang membuat seseorang terjerat pada ekstremisme hingga puncaknya bersedia mati demi merebut status syahid.

Baca juga Pertobatan untuk Perdamaian

Salah satu faktornya antara lain ketidakadilan dan upaya pembalasan dendam atas apa yang menimpa saudara seagamanya di belahan wilayah lain. Faktor jaringan pertemanan dan lingkungan sosial juga bisa mendorong orang terlibat dalam jaringan ekstremisme. Faktor lain adalah relasi guru dan murid (discipleship).

Kita bisa belajar dari kisah mantan narapidana terorisme, Mukhtar Khairi. Ia pernah bergabung secara sukarela dengan kelompok yang menghalalkan aksi kekerasan hingga menumpahkan darah manusia tak bersalah atas nama jihad. Tak pelak, untuk memertanggungjawabkan perbuatannya, ia harus mendekam di balik jeruji besi Lapas Cipinang Jakarta.

Baca juga Menjaga Lingkaran Terdekat

Ketika berada di dalam Lapas, Mukhtar Khairi justru tidak berkurang pemahaman ekstremnya. Di dalam penjara, ia bertemu dan berguru kepada Aman Abdurrahman (kini berstatus terpidana mati kasus terorisme). Bahkan dirinya diminta menggantikan Aman saat berhalangan mengajar, karena kapasitas keagamaannya yang dinilai cukup mumpuni.

Namun Mukhtar juga mencoba untuk belajar tidak hanya kepada satu orang guru. Ia menempa dirinya belajar dari banyak guru yang didatangkan dari luar Lapas. Secara perlahan pemahaman keagamaannya lebih terbuka, tidak saklek, dan mulai berhati-hati dalam mengkafirkan orang lain yang berbeda pemahaman. Puncaknya ia meninggalkan kelompok kekerasan.

Baca juga Anomali Jihad

Dari kisah itu, pembelajaran yang harus diambil adalah selektif dalam memilih guru. Di sinilah pentingnya mencari sanad keilmuan yang tepat. Hal ini juga pernah diungkapkan oleh Muhammad Ibnu Sirin, sebagaimana dinukil oleh Muslim al-Hajjaj dalam karyanya, Shahih Muslim, “Inna hadzal ilma dinun fanzhuru amman ta’khudzuna dinakum: sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari mana kalian mengambil agama kalian.”

Jika agama merupakan inspirasi untuk perdamaian, maka pendidikan sudah pasti bertujuan membangun perdamaian. Pendidikan menitikberatkan kepada pengembangan seluruh aspek kepribadian dan kemampuan manusia, baik itu bersifat kognitif, motorik, dan afektif seseorang dalam rangka membangun pribadi yang mampu menciptakan kemaslahatan luas. Dalam konteks ini, guru sebagai aktor utama pendidikan memainkan peran kunci.

Baca juga Pemaafan Penyintas Bom Thamrin untuk Perdamaian

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Mengelola Amarah

Setiap orang tentu pernah mengalami hal yang tidak disukai dalam kehidupannya,...

Dakwah Islamiyah untuk Perdamaian

Oleh Fahmi SuhudiAlumni PP Darussunnah Ciputat Dakwah merupakan salah satu fondasi dalam...

Beragama dengan Aman

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak suku dan budaya yang berbeda...

Mengarifi Konflik

Agama bisa menjadi sumber inspirasi membangun perdamaian. Ia mengajarkan banyak nilai...

Berbagi Cerita Bisa Mengatasi Trauma

Aliansi Indonesia Damai- Derita para korban bom terorisme tak hanya mengalami luka fisik menahun dan cacat seumur hidupnya tetapi juga menderita trauma psikologis. Gangguan mental yang dirasakan para korban pun tak sebentar tapi berlangsung bertahun-tahun. Itulah yang dialami penyintas bom Kedutaan Besar Australia Jakarta, 09 September 2004, Nanda...

Pikirkan Dampaknya Sebelum Amaliyat

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kedutaan Besar Australia Jakarta, 09 September 2004, Nanda Olivia Daniel berpesan kepada anggota jaringan terorisme untuk memikirkan terlebih dahulu dampak yang akan ditimbulkan dari aksi pengeboman (amaliyat). Dampak aksi pengeboman tak hanya merusak sarana, tetapi juga melukai bahkan menewaskan orang-orang yang berada...

Terorisme Tidak Membela Tuhan dan Agama

Aliansi Indonesia Damai- Aksi pengeboman yang dilakukan kelompok jaringan terorisme sama sekali tidak untuk membela Tuhan maupun membela agama. Tindak terorisme merupakan tindak kesalahan dan ditentang oleh para ulama. Pernyataan tersebut disampaikan mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan saat menjadi narasumber kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh”...

“Apakah Saya Khawarij?” (Bag. 3 – Terakhir)

Sejak saat itu, Choirul mulai bertanya pada dirinya sendiri: “Apakah aku ini terjangkiti paham Khawarij?” Pertanyaan yang lahir dari keraguan di dalam akal sehatnya. Terbit dari hati yang mulai mendengar suara kebenaran yang selama ini ia kubur. Betapa dirinya telah melampaui batas sehingga hampir semua orang yang...

Kelompok Teroris Salah Menafsirkan Alquran

Aliansi Indonesia Damai- Kejahatan atas nama agama berupa pengeboman dan perampokan untuk dana jihad (fa’i) karena adanya kesalahan dalam menafsirkan ayat Alquran. Sebab Alquran itu la raiba fih (tidak ada keraguan di dalamnya). Karena itu, kita yakin bahwa Alquran tidak ada salahnya. Demikian ditegaskan mantan Amir Jamaah Ansharud...

“Apakah Saya Khawarij?” (Bag. 2)

Liku-liku hidup menjadi aktivis dari satu organisasi ke organisasi lain mengantarnya pada kelompok teroris bernama Jamaah Taliban Melayu (JTM) pada 2008. Dari kelompok ini Choirul menerima doktrin yang sangat ekstrem, setiap orang yang memiliki KTP dianggap kafir. Masih kuat di ingatannya bagaimana ia dahulu mengafirkan orang tua...

Redefinisi Sukses Pendidikan

Oleh DS Priyarsono, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 28 Juni 2026 Baru-baru ini di jagat maya beredar poster-poster pengumuman dari sejumlah SMA yang menampilkan prestasi para lulusannya. Yang menarik, prestasi yang ditampilkan bukan keberhasilan diterima di universitas...

“Apakah Saya Khawarij?” (Bag. 1)

Setiap orang butuh rumah. Baik dalam arti fisik, tempat di mana ia berasal dan menuju pulang, maupun secara substantif ruang di mana ia selalu diterima dan dicintai oleh keluarga. Choirul Ihwan, pria asal Madiun, Jawa Timur, ialah satu dari sekian orang yang merasa kehilangan rumah itu sejak...

Syariat Allah Memerintahkan Kebaikan

Aliansi Indonesia Damai- Syariat Allah Swt itu memerintahkan umat manusia untuk berbuat kebaikan bukan keburukan atau kejahatan. Siapa pun yang melakukan kejahatan atau keburukan maka telah melanggar syariat Allah Swt. Demikian pernyataan mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery...

Tangguh Menghadapi Ujian

Oleh Nur Aliyah, pengasuh Ponpes Al-Muttaqin Pancasila Sakti Klaten* Dalam kehidupan ini, ujian dan cobaan adalah keniscayaan. Ia datang silih berganti, tanpa pernah memandang waktu, usia, atau status sosial. Sebagai muslim, kita diajarkan untuk tidak sekadar pasrah, melainkan tangguh. Namun, pertanyaan mendasarnya adalah: ketangguhan macam apa yang seharusnya...

Tidak Larut dalam Keterpurukan

Aliansi Indonesia Damai- Agus Kurnia, penyintas bom Thamrin 14 Januari 2016, mengaku sejak menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta, dirinya memutuskan untuk tidak larut dalam kesedihan dan kemarahan. Menurutnya, apa yang sudah terjadi tidak mungkin kembali seperti semula. Pada 14 Januari 2016, Agus...

Santri Belajar Perdamaian dari Penyintas dan Mantan Pelaku

Aliansi Indonesia Damai- “Perasaan saya setelah mengikuti kegiatan ini bangga. Bangga kenapa? Bangga karena tidak ikut-ikutan jadi teroris.” Seorang santri Pondok Pesantren Al-Muttaqin Pancasila Sakti Klaten menyampaikan kesan tersebut saat mengikuti Pengajian & Diskusi dengan tema ‘Menyerap Ibroh dari Kehidupan Korban dan Mantan Pelaku Terorisme’ beberapa waktu lalu. Dalam...