HomeInspirasiAspirasi DamaiSabar: Kunci Menghadapi Musibah

Sabar: Kunci Menghadapi Musibah

Setiap manusia tak mungkin lepas dari masalah dan musibah. Segala permasalahan sesungguhnya merupakan bagian dari ketentuan dan ketetapan Allah Swt. Oleh karena itu seyogyanya kita menerima musibah dan permasalahan dengan lapang dada dan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikannnya.

Sikap sabar menghadapi musibah adalah representasi ketangguhan dari seorang hamba karena menerima segala takdir-Nya. Dalam Islam, pahala atas kesabaran menghadapi musibah begitu besar. Bahkan setiap orang yang berhasil melewati musibah, Allah Swt berjanji akan mengangkat derajatnya.

Baca juga Nanda Olivia, Perempuan Tangguh Korban Terorisme

Kendati demikian setiap musibah yang datang bukanlah perkara mudah untuk dihadapi. Tak sedikit orang mengalami trauma, shock, atau bahkan penderitaan berkepanjangan lantaran tak kuat. Seseorang yang mulanya ceria dan memiliki semangat tinggi bisa berubah drastis karena tak kuasa menghadapi musibah. Bahkan dalam tahap yang paling berat, seseorang bisa saja mengalami patah asa.

Setiap ujian dan musibah yang datang tidak mungkin berjalan terus menerus, pastilah ada jalan. Salah satu jalan paling ampuh untuk menghadapi musibah adalah dengan bersabar. Para psikolog meyakini bahwa sabar memiliki pengaruh dan dampak terhadap cara seseorang menghadapi masalah.

Ada tiga poin utama dalam kesabaran. Pertama, kesabaran sangat tinggi nilainya. Sabar adalah cara bertahan terbaik ketika kondisi terburuk mendatangi kita. Ketika seseorang berada di titik terendah dalam hidupnya, barangkali ia akan merasakan putus asa. Namun dengan kesabaran seseorang akan bisa fight dan survive dari segala bentuk kesulitan.

Baca juga Berkisah: Metode Psikologis Atasi Trauma Korban Bom

Kedua, kesabaran berdampak kepada perilaku dan sikap dalam melihat persoalan. Kita bisa belajar dari kisah korban terorisme. Sebagian dari mereka kehilangan anak dan orang-orang tercinta. Namun dengan kesabaran, segala persoalan itu bisa dijalani dengan baik, meskipun tak selalu berjalan lurus. Kesabaran membuat para korban terorisme makin tangguh, tidak mengeluh, pantang menyesal dan tidak mengutuk keadaan. Bahkan dengan kesabaran yang dijalani terus menerus, mereka berhasil menaklukkan diri sendiri dan menebar perdamaian bagi orang lain.

Ketiga, hakikat kesabaran sungguh menyadarkan kita atas kekurangan pada diri kita sendiri. Kekurangan bukanlah hal yang harus ditangisi, namun menjadi kekuatan dan inspirasi bagi orang lain. Hal ini menjadi cermin bagi setiap orang untuk lebih mensyukuri kehidupan yang telah dianugerahkan Allah Swt kepada kita. Mereka yang bersabar akan merasakan dampak lebih hebat dan kuat bagi terciptanya kedamaian dalam hati dan perilaku.

Baca juga Musibah Tak Lepas Dari KehendakNya

Dalam Islam, konsep sabar juga berarti menahan diri dari hal-hal yang tidak disukai atau sebaliknya yang disenangi. Kesabaran adalah salah satu kunci sukses dalam hidup. Mendengar langsung kisah kesabaran korban terorisme menyadarkan penulis bahwa kesabaran dan perdamaian merupakan kebutuhan setiap manusia. Saat peristiwa ledakan bom terjadi, sebagian korban hanya sekadar melintas atau sedang menjalankan kewajibannya untuk mencari nafkah bagi keluarganya. Namun tanpa alasan apa-apa mereka menjadi korban dan tak bisa menjalani kehidupan seperti sebelumnya. Bahkan sebagian yang lain harus kehilangan orang yang begitu dicintainya.

Bertahun-tahun para korban terorisme itu memilih jalan sabar, tidak membalas dendam, bahkan mereka memilih jalan pemaafan. Itu semua mereka jalani sebagai bentuk pengakuan bahwa sebenarnya segala yang terjadi adalah takdir Allah Swt. Dengan demikian musibah tidak membuat mereka patah arang. Dari kesabaran itulah tertuang rasa cinta dan kasih kepada orang lain. Di samping itu dorongan dari sesama korban, keluarga dan kolega membuat korban bangkit dari keterpurukan. Hal yang paling membahagiakan adalah mereka yang awalnya tidak mengenal satu sama lain kemudian saling menguatkan untuk menebar perdamaian bagi masyarakat Indonesia.

Baca juga Malam Kebersamaan Tim Perdamaian

Most Popular

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Mengelola Amarah

Setiap orang tentu pernah mengalami hal yang tidak disukai dalam kehidupannya,...

Dakwah Islamiyah untuk Perdamaian

Oleh Fahmi SuhudiAlumni PP Darussunnah Ciputat Dakwah merupakan salah satu fondasi dalam...

Beragama dengan Aman

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak suku dan budaya yang berbeda...

Mengarifi Konflik

Agama bisa menjadi sumber inspirasi membangun perdamaian. Ia mengajarkan banyak nilai...

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita untuk mendekam dibalik jeruji besi. Sebab kehidupan menjalani hukuman di dalam penjara sangat tidak ideal dan tidak mengenakan. Harapan tersebut disampaikan mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ketua PBNU, dan Staf Ahli Menteri HAM RI Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 25 Mei 2026 Idul Adha sebagai salah satu hari raya umat Islam merupakan momentum penting yang kehadirannya membawa pesan spiritual. Idul...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono mengaku takut dan kesal saat pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme dalam kegiatan yang difasilitasi AlDA. Bahkan, ia juga mengaku menjaga jarak dengan mantan pelaku. “Saya pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme itu ada rasa takut. Ada...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang dipublikasikan pada 20 Mei 2026 Problem utama pembangunan pendidikan di Indonesia adalah kesenjangan antara voices (apa yang disuarakan) dan choices (apa yang dipilih sebagai kebijakan). Semua orang bersepakat menyuarakan peran penting pendidikan bagi kemajuan bangsa. Namun, pilihan...

Takut dan Takjub Ketika Bertemu Korban

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan mengaku takut dan takjub saat dirinya bertemu dengan korban terorisme yang difasilitasi oleh AIDA. Menurut dia, ketakutannya sebagai hal yang wajar karena ia merasa bersalah sebagai bagian dari jaringan terorisme yang melakukan pengeboman dan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka....

Tak Ada Kemajuan Tanpa Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Negara yang tidak maju peradaban dan ekonominya karena kedamaian tidak terwujud di negara tersebut. Negara yang tak tercipta kedamaian maka ekonominya pun hancur. Demikian dinyatakan mantan pelaku terorisme Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMA Tahfidz Al Izzah Samarinda,...

Guru Bergerak

Oleh Iman Zanatul Haeri, Guru, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 17 Mei 2026 Saat ini seluruh masyarakat di Indonesia menyadari bahwa para guru terus mengalami masa-masa sulit. Martabatnya dipertaruhkan oleh ancaman penahanan tanpa toleransi kesalahan, dihina oleh gaji tidak seberapa...

Luka yang Melepaskan: 8 Tahun Berdiri karena Rahmat-Nya

Tuhan tidak menghapus lukaku, tetapi Ia membuat luka itu tidak lagi menguasai aku 13 Mei 2018-13 Mei 2026, delapan tahun peristiwa iman itu telah berlalu begitu cepat. Begitu banyak pemaknaan yang aku dapatkan dari peristiwa itu hingga saat ini, mulai dari apa itu arti keluarga sesungguhnya, arti kerendahan...

Pengalaman Menjadi Duta Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Kurnia Widodo mengaku senang bisa mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam jaringan terorisme seperti pengalaman dirinya di masa lalu. “Saya merasa plong (lega) saat menjadi duta perdamaian karena dahulu saya merasa banyak salah. Dengan menjadi duta perdamaian saya seperti membayar...

Menangani Pelajar yang Terpapar Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme Kurnia Widodo mengingatkan para pelajar untuk mewaspadai ideologi ekstremisme. Menurut dia, ada fakta pelajar yang baru lulus SMA menjadi pelaku pengeboman dan penyerangan pendeta di Gereja Katolik St. Yoseph Kota Medan, Sumatera Utara, pada 28 Agustus 2016 silam. “Pelajar yang terpapar ideologi...

Pelajar Diingatkan Mewaspadai Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengingatkan para pelajar atau generasi muda untuk senantiasa waspada dan berhati-hati dengan pemikiran ekstremisme. Menurut dia, ideologi ekstremisme bisa menyebar atau mempengaruhi siapa saja. “Hati-hati ya kalian. Pemikiran ekstremisme...

Pendidikan untuk Merawat Hak Hidup

Oleh Ernest Pugiye, Penulis adalah Guru pada SMAN 1 Dogiyai Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 09 Mei 2026. Pendidikan adalah ruang paling dasar untuk manusia belajar menghargai kehidupan. Pendidikan menjadi jalan kemanusiaan yang menuntun manusia untuk menjaga martabat dan hak hidup sesama. Dalam konteks Papua,...