HomePilihan Redaksi”Saya Bersyukur Merasa Hidup...

”Saya Bersyukur Merasa Hidup Kembali”

Aliansi Indonesia Damai – Peristiwa ledakan bom yang merusak kedamaian di Pulau Dewata Bali masih cukup membekas dalam ingatan Ni Made Kembang Arsini. Ia merupakan salah satu korban yang terdampak langsung. Di hadapan para tokoh agama dan alim ulama, perempuan yang kerap disapa Kembang ini menceritakan kembali kisah pilu yang dialaminya tatkala terkena ledakan bom.

Kembang adalah seorang ibu rumah tangga. Untuk membantu perekonomian keluarga, ia bekerja sebagai pramusaji di salah satu warung makan seafood yang berlokasi di pantai Jimbaran, Bali. Pada malam kejadian, Kembang tengah melayani tamu yang berkunjung. Ia mengaku tidak pernah merasakan firasat apapun bahwa malam itu akan menjadi sangat mencekam.

Saat tengah menyajikan makanan untuk para tamu, Kembang mendengar suara ledakan. Awalnya ia mengira suara itu berasal dari tembakan pistol. Apalagi setelah merasa tangan kanannya sakit dan mengeluarkan darah. Baru setelah orang-orang di sekitar berteriak “bom, bom, bom”, ia mulai menyadari bahwa suara ledakan itu berasal dari bom.

Baca juga Mendengar Pertaubatan Mantan Pelaku Terorisme, Tokoh Agama Tersentuh

Di tengah kepanikan yang melanda, Kembang melempar semua peralatan pramusaji yang dipegangnya. Dengan kondisi tangan yang terluka dan membengkak, ia berteriak meminta tolong. Kembang makin panik karena telinganya  mendengung. Beruntungnya, ada orang yang menyelamatkan dan melarikannya ke rumah sakit.

Kembang harus menjalani operasi untuk mengangkat serpihan-serpihan bom yang menancap di tangan kanannya. Ia dirawat di rumah sakit selama lima hari. Meskipun sudah belasan tahun berlalu, namun dampak dari bom tersebut masih terasa. Kembang terkadang masih merasakan sakit dan rasa kesemutan di tangan kanannya itu. Ia juga tidak sanggup jika harus mengangkat barang-barang berat.

Peristiwa nahas itu juga membuat Kembang terpuruk secara psikologis. Ia benar-benar tidak menyangka peristiwa bom itu terjadi di Bali, tempat yang selama ini terkenal ramah bagi wisatawan domestik maupun asing.

Baca juga Ikhtiar Tokoh Agama Wujudkan Perdamaian Indonesia

Namun di balik itu semua, Kembang mengaku telah mengikhlaskan apa yang terjadi. Dukungan dari orang-orang terdekatnya membuatnya mampu bangkit dari keterpurukan. Terlebih setelah Kembang juga mendapatkan dukungan dari Yayasan Penyintas Indonesia (YPI), sebuah wadah perkumpulan para korban aksi terorisme. ”Saya berterima kasih sudah ada yang memperhatikan. Hari ini saya bersyukur sudah merasa hidup kembali,” ungkapnya.

Kembang memiliki harapan yang besar bagi terwujudnya perdamaian di tanah air. Sebagai korban yang terkena dampak langsung dari aksi terorisme, ia benar-benar merasakan betapa aksi terorisme menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan berharap tidak ada lagi orang-orang yang menjadi korban aksi terorisme. “Biar saya saja yang merasakan sakit ini,” tuturnya.

Sesi kisah Kembang merupakan bagian dari Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama yang diselenggarakan pada 30-31 Oktober 2019 di Surakarta, Jawa Tengah. Pelatihan ini diharapkan menumbukan kesadaran bersama di antara tokoh agama akan bahaya dan dampak aksi terorisme, serta membumikannya pada komunitas masing-masing.

Baca juga Kunci Perdamaian Adalah Persaudaraan

Most Popular

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Kisah Agum Meredam Benci dan Dendam

Aliansi Indonesia Damai- “Ketika masuk YPI, saya melihat (kondisi) korban yang...

Pentingnya Membudayakan Perdamaian Sejak dalam Pikiran

Di setiap penghujung September, dunia memperingati Hari Perdamaian Internasional. Setiap elemen...

Dulu di Jalan Kekerasan, Kini Berdakwah di Jalan Perdamaian

Bahrudin alias Amir bertahun-tahun bergelut dalam dunia ekstremisme dan kekerasan. Bahkan,...

Menggencarkan Diplomasi Kemanusiaan

Diplomasi antar bangsa kini menjadi kebutuhan yang tak terelakan. Apalagi di...

Terorisme Tidak Menegakkan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Kita ingin menegakkan sebuah kehidupan Islam tapi dalam waktu yang sama juga kita mengorbankan orang-orang Muslim sendiri. Kita ingin pengawalan Islam yang lebih puritan tetapi ternyata membawa satu benturan demi benturan yang menimbulkan banyak korban jiwa. “Semua itu menjadi satu persoalan yang mengganggu nurani kami,”...

Guru Indonesia Profesi yang Teropresi

Oleh Mohammad Rifky, Guru Sosiologi, Anggota P2G (Perhimpunan Pendidikan dan Guru) Kota Semarang, Jawa Tengah. Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 04 September 2026 Teropresi mungkin kata yang jarang didengar oleh masyarakat dan lebih sering ditemukan pada bahasan sosiologi. Secara sosiologi, opresi adalah suatu kondisi tertindas atau...

Direktur Pontren Apresiasi Halaqah Alim Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said mengapresiasi Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, di Kota Medan pertengahan Agustus lalu. “Hajatan ini cukup bermakna bagi kita...

Mendesain Pendidikan Kemanusiaan di Era Disrupsi

Muhammad Turhan Yani Guru Besar dan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Surabaya, Dewan Pakar HISPISI Artikel ini berasal dari Mediaindonesia.com yang terbit pada 03 September 2026 TOPIK ini melampaui pendidikan dalam berbagai perspektif, yang sering dibatasi pada kelompok bidang studi atau keilmuan. Pesatnya kemajuan...

Membaca Pancasila dari Bawah

Oleh Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 01 September 2026 Kemajemukan bangsa ini secara politis-ideologis disatukan oleh Pancasila. Sejauh ini dari kelima sila itu pembahasan paling banyak ditekankan pada sila pertama Ketuhanan yang Mahaesa, untuk menciptakan kondisi yang harmonis dari sekian ragam...

Menghargai Perbedaan dan Menjaga Persaudaraan

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said menekankan pentingnya umat Islam menghargai perbedaan dan menjaga persaudaraan. Dalam Islam, kata dia, dikenal tiga jenis persaudaraan (ukhuwah) yaitu ukhuwah Islamiyah (persaudaraan keislaman), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan), ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan). “Kalau kita tidak bersaudara sama-sama...

Erosi Otoritas Ilmiah

Oleh Imam Mujahidin Fahmid, Guru Besar Universitas Hasanuddin, Kepala Pusat Kajian Opini Publik untuk Demokrasi dan Pembangunan LPPM Universitas Hasanuddin Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 31 Agustus 2026 Dalam belasan tahun terakhir, kehidupan kolektif bangsa Indonesia memperlihatkan gejala yang patut dicermati, yakni menguatnya kecenderungan antisains...

Jasa Besar Pesantren dan Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Pondok pesantren dan ulama memiliki jasa besar bagi bangsa dan negara Indonesia. Salah satu jasa besar pesantren dan ulama yaitu resolusi jihad yang dicetuskan KH. Hasyim Asy’ari untuk mewajibkan umat Islam untuk membela kemerdekaan Indonesia. “Ketika ada tentara sekutu yang ingin kembali ke Indonesia, padahal...

Mensyukuri Kemerdekaan dan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said mengajak umat Muslim Indonesia untuk mensyukuri kemerdekaan Indonesia. Menurut dia rasa syukur yang paling penting adalah kehidupan di negeri ini yang tenang dan damai. “Coba kita bandingkan dengan di Timur Tengah, ada tidak kedamaian, ada tidak...

Jihad Fisabilillah Bukan dengan Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Umat Islam harus selalu siap untuk berjihad fisabilillah (berjuang atau mengerahkan segala kemampuan secara bersungguh-sungguh di jalan Allah Swt), tetapi bukan dengan terorisme. Berjihad fisabilillah dilakukan dengan menjalankan perintah Allah Swt. Demikian dinyatakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak dalam pembukaan...

Bahasa, Nadi Kemerdekaan

Oleh Ahmad Khoironi Arianto, Widyabasa di Kemendikdasmen, alumnus Doktoral Linguistik UNS, Ketua Bidang Komunikasi Publik MPKS PP Muhammadiyah Artikel ini berasal dari Mediaindonesia.com yang terbit pada 26 Agustus 2026 Hari merdeka, Nusa dan bangsa, Hari lahirnya bangsa Indonesia, Merdeka… LAGU Hari Merdeka ciptaan Husein Mutahar ini secara lantang masuk dan keluar di...

Umat Islam Harus Bersatu

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak menyerukan umat Islam untuk bersatu menjadi ummatan wahidah, umat yang satu. Menurut dia, umat Islam harus bersatu dalam pemikiran maupun akidah. Dalam Islam ada hukum yang sifatnya wajib, ada yang sunnah, ada juga yang...